Alasan Sakit Pemilik Emas 3,3614 gram Di Tangguhkan

oleh

Kepolisian Resort Sintang telah menetapkan Jauhari alias Ajau, Pemilik emas Batangan yang diamankan oleh petugas Bandara Susilo Sintang pada selasa(27/1/2014) lalu sebagai tersangka. <p style="text-align: justify;">Namun demikian yang bersangkutan tidak di tahan dengan alasan karena kesehatan.  <br /><br />“Pemilik emas memang sudah kita tetapkan sebagai tersangka, namun karena melihat kondisi kesehatan tersangka tidak memungkinkan untuk ditahan maka kita memilih untuk melakukan penangguhan, beliau hanya wajib lapor, “Ungkap Kasat Reskrim Polres Sintang, Alber Manurung, Selasa(4/2/2014).<br /><br />Alber mengatakan meskipun penangguhan dilakukan terhadap tersangka, akan tetapi untuk proses hukumnya tetap berlanjut.<br /> “Meskipun dilakukan penangguhan terhadap tersangka namun untuk kasusnya akan kita   proses sesuai aturan yang berlaku”.<br /><br />Masalah penangguhan tersangka, menurut Manurung dilakukan berdasarkan permintaan keluarga tersangka dengan alasan kondisi kesehatan. <br />“Penangguhan itu kita lakukan atas permintaan keluarga tersangka (istri ) atas kondisi kesehatannya, dan kita juga tidak mau mengambil resiko apabila nanti terjadi sesuatu terhadap tersangka maka kita tangguhkan, “jelasnya.<br /><br />Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya barang bukti emas batangan awalnya dua batang, namun seletah dilakukan pengembangan emas bertambah dua batang lagi yang ditemukan dari mobil Toyota Avanza milik tersangka yang dipakai kebandara.<br /><br />“Bertambahnya emas tersebut berdasarkan hasil pengembangan dengan melakukan penggeledahan dalam mobil tersangka maka kita temukan dua batang lagi sehingga saat ini emas sudah berjumlah empat batang dengan berat lebih kurang 3,3614 gram, “Jelas Alber.<br /><br />Ia juga mengatakan bahwa pihaknya saat ini juga sudah menyurati pihak terkait diantaranya Dinas Pertambangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi untuk menjadi saksi ahli. <br />“Kalau untuk disperindag nanti terkait masalah perizinan. Apakah memiliki Izin Usaha Perdagangan (IUP) atau tidak,” kata dia.<br /><br />Alber menyampikan bahwa sesuai dengan keterangan yang disampaikan bahwa Jauhari alias ajau mengaku mendapatkan emas tersebut dari hasil pembelian perhiasan emas.<br />Dari pemeriksaan sementara memang Jauhari alias Ajau mengaku membeli emas dari daur perhiasan emas.<br /><br />Namun  demikian pihaknya belum sepenuhnya percaya, Pasalnya dari bukti-bukti yang ada Polisi hanya mendapati beberapa surat saja. Ini tidak sesuai dengan barang bukti yang ada.<br /><br />Atas perbuatan tersangka, Polisi menjerat dengan Undang-Undang minerba. Undang-Undang nomor;  4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sudah sangat jelas mengatur soal setiap orang yang berkecimpung dalam kegiatan pertambangan mineral ilegal diancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda  10 Milyard.<strong>(bny/das)</strong></p>