Aliansi Mahasiswa Kalbar Demo Tolak Kenaikan BBM

oleh
oleh

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat, Kamis, melakukan unjuk rasa di Bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura Pontianak, menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan bahan bakar minyak bersubsidi. <p style="text-align: justify;">"Kami AMKB menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi pada April mendatang," kata Koordinator aksi unjuk rasa Ahmad Asmoengin.<br /><br />Ia menjelaskan, alasan ditolaknya rencana kenaikan BBM bersubsidi karena akan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok sehingga akan lebih menyengsarakan rakyat miskin.<br /><br />"Saat ini kehidupan masyarakat sudah serba sulit, ditambah dengan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat sehingga akan membuat sengsara rakyat miskin," ujarnya.<br /><br />Ahmad menambahkan, kebijakan pemerintah yang akan menaikkan BBM bersubsidi akan semakin menambah jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini jumlahnya sudah mencapai 380 ribu orang atau sekitar 8,60 persen (sumber BPS Kalbar).<br /><br />"Apakah tepat ketika tingkat kemiskinan rakyat yang sangat tinggi, di lain pihak pemerintah justru menaikkan harga BBM bersubsidi yang pasti akan berakibat semakin naiknya harga kebutuhan pokok," katanya.<br /><br />Dalam aksi unjuk rasanya AMKB mengajak seluruh masyarakat Kalbar untuk turun "gunung" guna menolak kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat kecil.<br /><br />Aksi unjuk rasa dimulai dengan melakukan orasi di Tugu Digulis Untan Pontianak, kemudian melanjutkan orasinya ke gedung DPRD Kalbar yang jaraknya sekitar satu kilometer dari aksi semula.<br /><br />Dalam melakukan aksi menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, AMKB juga menggalang dukungan pada masyarakat dengan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan untuk menolak kenaikan BBM bersubsidi.<strong> (phs/Ant)</strong></p>