Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Untuk Petani Kebumen Selatan (AMPKS) berunjuk rasa menuntut prajurit TNI memperhatikan hak para petani terkait bentrok warga dengan TNI di kawasan Urut Sewu, Desa Sentrojenar, Kabupaten Kebumen. <p style="text-align: justify;">Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Untuk Petani Kebumen Selatan (AMPKS) berunjuk rasa menuntut prajurit TNI memperhatikan hak para petani terkait bentrok warga dengan TNI di kawasan Urut Sewu, Desa Sentrojenar, Kabupaten Kebumen.<br /><br />Unjuk rasa tersebut dimulai di kawasan videotron Jalan Pahlawan Semarang dan dilanjutkan ke Gedung DPRD Jawa Tengah, di Semarang, Kamis, dengan mendapat pengawalan dari puluhan petugas kepolisian.<br /><br />Beberapa mahasiswa yang berunjuk rasa terlihat membawa beberapa spanduk dan poster bertuliskan "Tolak Semua Kebijakan Yang Tidak Berpihak Pada Rakyat", "Hentikan Kriminalisasi Terhadap petani", "Laksanakan Reformasi Agraria", dan "Kedaulatan Tanah Untuk Petani".<br /><br />Menurut koordinator aksi, Muhsonifin, insiden terkait klaim lahan latihan militer di kawasan Urut Sewu merupakan bentuk nyata penindasan yang dilakukan negara terhadap rakyat dan inkonstitusi regulasi-regulasi alat negara terhadap konstitusi dasar Republik Indonesia yakni UUD 1945.<br /><br />Ia mengatakan, kontradiksi yang terjadi antara warga dengan TNI di Kebumen menunjukkan bahwa TNI tidak melindungi warga sesuai dengan amanat yang diberikan rakyat, namun justru sebaliknya dan menggunakan kekuasaannya dengan melakukan tindakan respresif.<br /><br />"Tindakan respresif TNI terhadap warga tersebut jelas tidak sesuai dengan UUD 1945 dan tidak berpihak kepada rakyat, khususnya petani," katanya.<br /><br />Menurut dia, insiden di Kebumen tidak bisa dilihat hanya dari sisi konflik, melainkan dalam konteks kesejarahan dan ruang lingkup yang lebih luas dengan tetap memperhatikan hak masing-masing pihak.<br /><br />"Oleh karena itu, kami menuntut kepada seluruh aparat negara untuk membebaskan petani dari tekanan respresif militer, seluruh pasukan TNI ditarik dari Kabupaten Kebumen, adili prajurit TNI yang melanggar hak asasi manusia, menolak kebijakan yang tidak berpohak kepada rakyat, dan melaksanakan reformasi agraria," ujarnya.<br /><br />Setelah menyampaikan apsirasi dan berorasi didua tempat, para mahasiswa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(Eka/Ant)</p>














