Alur Sungai Kapuas Pontianak Kembali Normal

oleh

Alur Sungai Kapuas Pontianak atau tepatnya muara Jungkat, sejak Sabtu pagi, kembali normal setelah evakuasi kapal layar motor Rahmatia Sentosa digeser keluar alur tersebut pukul 08.00 WIB. <p style="text-align: justify;">"Alhamdulillah, setelah bekerja keras selama 26 hari siang dan malam akhirnya KLM Rahmatia Sentosa bisa dievakuasi sehingga alur Sungai Kapuas sudah kembali normal seperti biasa," kata Kepala Administratur Pelabuhan Pontianak, Sudiyono. <br /><br />Posisi bangkai KLM Rahmatia Sentosa saat ini berada diluar alur keluar masuk KM atau tepatnya berada di di lampu buih lima alur pelayaran muara Jungkat. "Proses evakuasi terus dilakukan dengan membongkar material semen yang sudah membeku sehingga kapal itu bisa ditarik dijalur yang benar-benar aman," kata Sudiyono. <br /><br />Ia mengatakan, proses evakuasi KLM tersebut dengan cara ditarik menggunakan kapal ponton yang dibantu dengan enam buah balon dengan daya apung sekitar 120 ton serta dengan cara membuang lumpur yang telah membenamkan kapal itu sedalam tiga meter. <br /><br />Sudiyono menambahkan, berhasilnya proses evakuasi itu berkat kerja sama semua pihak yang diawali dengan bergesernya KLM Rahmatia Sentosa sepanjang 15 meter ke arah selatan dari lokasi tenggelam sejak tiga pekan lalu, Jumat (4/3) kemarin. <br /><br />"Kedepan, kami akan meningkatkan pengawasan terhadap keluar masuknya kapal motor (KM) agar kasus tenggelamnya KM di alur Sungai Kapuas tidak terulang lagi," katanya. <br /><br />Dengan normalnya alur Sungai Kapuas Adpel Pontianak akan memprioritaskan KM untuk keluar Pelabuhan Dwikora Pontianak agar pelabuhan itu kosong. "Baru disusul KM yang mengangkut kontainer dan KM pengakut bahan bakar miyak (BBM) milik Pertamina memasuki alur Sungai Kapuas," katanya. <br /><br />Sementara itu, General Manajer Pelindo II Pontianak Solihin menyatakan, saat ini tercatat lima – tujuh unit KM ukuran besar yang mengangkut sekitar 1.600 unit kontainer dan sekitar 30 unit kapal layar motor masih berada diluar alur Sungai Kapuas Pontianak. <br /><br />"Mudah-mudahan malam ini atau besok, kapal-kapal itu mulai bisa masuk dan melakukan bongkar muat di pelabuhan," ujarnya. <br /><br />Pelindo Pontianak memprioritaskan KM memiliki kecepatan tinggi yang membawa kontainer untuk masuk Pelabuhan Dwikora Pontianak. <br /><br />Solihin berharap, kasus tenggelamnya KM di alur Sungai Kapuas tidak terulang lagi, karena dampaknya cukup besar bari perekonomian masyarakat kalbar. <br /><br />Kepala Adpel Pontianak menambahkan, saat ini kedua nakhoda yakni dari KLM Rahmatia Sentosa dan KM Maweh sedang dilakukan pemeriksaan dan akan menjalani proses hukum di mahkamah pelayaran. "Setelah menjalani hukum baru bisa diketahui siapa yang bersalah," katanya. <br /><br />Sebelumnya, Kamis (10/2) sekitar pukul 23.00 WIB KM Rahmatia Sentosa dari bahan kayu berusaha masuk alur Sungai Kapuas atau tepatnya di muara Jungkat, pada saat bersamaan KM Maweh kapal kargo dari bahan besi berangkat dari Pelabuhan Dwikora juga menggunakan alur itu sehingga terjadilah tabrakan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>