Aman Kalsel Inventarisasi Keanekaragaman Hayati

oleh

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Selatan, bekerja sama dengan Yayasan Kehati Jakarta, inventarisasi keanekaragaman hayati dan kaitannya dengan kehidupan masyarakat adat Dayak Meratus. <p style="text-align: justify;">Wakil Koordinator AMAN Kalsel, Juliade saat ditemui di Barabai, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu, mengatakan kegiatan sudah dilakukan berakhir 30 Mei lalu.<br /><br />"Inventarisasi 15 Mei – 30 Mei lalu di Balai Gadang, Desa Cantung Kanan dan di Balai Limbur, Desa Limbur, Kecamatan Hampang Kabupaten Kotabaru," ujarnya.<br /><br />Saat ini, pihak AMAN Kalsel tengah merampungkan pembuatan buku yang memuat hasil dari inventarisasi tersebut.<br /><br />Kegiatan inventarisasi dilakukan untuk mengetahui macam-macam kehidupan jenis tanaman, buah-buahan, dan binatang yang ada di hutan, dalam lingkup wilayah masyarakat adat Dayak Meratus.<br /><br />Inventarisasi itu ujarnya, penting untuk mengetahui keadaan waktu dulu, sepuluh tahun yang lalu, dibandingkan dengan keadaan sekarang.<br /><br />"Kami juga melakukan pencatatan tentang permasalahan dan ancaman bagi tumbuhan, tanaman, buah-buahan dan binatang, khususnya yang berada di wilayah hutan Balai Gadang dan Balai Limbur," katanya.<br /><br />Kegiatan inventarisasi tersebut merupakan rangkaian dari program Penguatan Komunitas dan Lembaga Adat Dalam Rangka Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim, kerjasama antara AMAN Kalsel dengan Yayasan Kehati Ia menambahkan, guna memperoleh data yang valid pihaknya telah melakukan pertemuan dan wawancara langsung secara mendalam dengan para tokoh masyarakat adat Dayak Meratus setempat.<br /><br />"Kami juga melakukan pengamatan secara langsung ke lapangan sehingga mengetahui secara persis bukan hanya berdasarkan pengakuan dari responden saja," tambahnya.<br /><br />Hasil inventarisasi itu dituangkan dalam bentuk buku yang saat ini masih dalam proses pengerjaan, memuat Tabel Biodiversity yang terbagi dalam beberapa hal.<br /><br />Masing-masing tentang makanan karbohidrat yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, dan hewan buruan sebagai bahan makanan.<br /><br />Dilengkapi juga Biodiversity tentang budaya, pengembangan ekonomi, energi, tumbuhan obat, bahan rumah tangga, lingkungan dan sandang atau pakaian yang kesemuanya disajikan dengan perbandingan antara sepuluh tahun yang lalu dengan keadaan sekarang.<br /><br />Hasil inventariasasi itu diharapkan masyarakat umum secara luas dapat lebih mengetahui dan memahami tentang masyarakat adat Dayak Meratus dan kehidupan mereka, demikian Juliade. <strong>(phs/Ant)</strong></p>