Amuk Massa Di MK Karena Menurunnya Kewibawaan MK

oleh

Anggota Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika mengatakan, salah satu penyebab terjadinya amuk massa di Gedung Mahkamah Konstitusi oleh massa terkait Pilkada Maluku, karena menurunnya kewibawaan MK. <p style="text-align: justify;">"Ya itu preseden buruk. Tampaknya efek menurunnya kewibawaan MK menjadi dampak dari semua ini," kata anggota Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika di Jakarta, Kamis.<br /><br />Atas kejadian itu, kata dia, MK harus segera berbenah dan pelaku harus tetap diproses hukum secara profesional dan mendidik.<br /><br />"Itu penting agar kewibawaan MK kembali dan kedepan tak terjadi lagi," kata Pasek.<br /><br />Massa yang diduga berasal dari pendukung salah satu satu pasangan calon gubernur Maluku mengamuk dan membuat rusuh di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Kamis siang.<br /><br />Atas situasi ini, Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva menskors pembacaan putusan dan langsung meninggalkan ruang sidang karena diserang massa. (das/ant)<br /><br />Menko Polhukam: Polisi Sudah Diperintahkan Bertindak Tegas<br />Jakarta (ANTARA News) – Menko Polhukam, Djoko Suyanto menegaskan, alasan apapun tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan anarkis dan kekerasan di sidang pengadilan, seperti yang terjadi di sidang MK siang tadi. <br /><br />"Kepolisian sudah diperintahkan untuk bertindak tegas agar semua pihak menghormati lembaga hukum," kata Djoko di Jakarta, Kamis. <br /><br />Ia menambahkan, bila keputusan pengadilan tidak memuaskan, ada langkah hukum yang dilakukan. <br /><br />"Apabila tidak puas, harus ditempuh melalui cara dan prosedur hukum yang berlaku, bukan tindakan kekerasan dan merusak," kata. <br /><br />Seperti diberitakan sebelumnya, massa yang diduga berasal dari pendukung salah satu satu pasangan calon gubernur Maluku mengamuk dan membuat rusuh di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta, Kamis siang.  <strong>(das/ant)</strong></p>