Anggar – Ikasi Kirim Enam Atlet Ikuti Kejuaraan Dunia

oleh

PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) mengirimkan enam atlet mengikuti kejuaraan anggar dunia nomor senjata floret yang berlangsung di Turki pada 14-16 Nopember 2015. <p style="text-align: justify;">Ketua Binpres PB IKASI Muslimin di Samarinda, Kaltim, Kamis, mengatakan enam atlet tersebut merupakan atlet pelatnas yang dipersiapkan untuk SEA Games 2017 di Malaysia.<br /><br />"Malam ini para atlet akan berangkat dari Jakarta menuju Turki, mereka masih punya waktu satu hari untuk penyesuaian cuaca,"kata Muslimin.<br /><br />Enam atlet yang diberangkatkan tersebut diantaranya Herlin Herviana, Cintya Puah keduanya atlet Kaltim, Dian (Kalbar), Flodesa (Jateng), Tauhid (Sumsel) dan Denis (Jabar).<br /><br />"Mereka merupakan atlet pelatnas sesuai SK PB yang lama, per-Januari tahun depan bakal ada revisi atlet pelatnas sesuai hasil kejurnas pra-PON terakhir,"jelasnya.<br /><br />Menurut Muslimin keberangkatan atlet mengikuti kejuaraan dunia tersebut mengambil jatah kuota pelaksaan Try Out keluar negeri program satlak Prima.<br /><br />"Dalam setahun masing-masing cabang olahraga punya jatah dua kali melaksanakan try out keluar negeri, dan mungkin untuk program yang kedua kita akan memberangkatkan atlet sabel ke Amerika untuk mengikuti kejuaraan Dunia,"imbuhnya.<br /><br />Ia mengatakan selain enam atlet tersebut sebenarnya masih ada satu atlet Kaltim Rizky Hafidz yang juga tergabung di tim pelatnas nomor senjata floret.<br /><br />Sayangnya, Rizky tidak bisa bergabung dengan rekan-rekannya mengikuti kejuaraan dunia, karena kurang persiapan.<br /><br />"Rizky baru saja menjalani tugas dinas, sehingga dari segi persiapan memang kurang,makanya Rizky batal berangkat,"katanya.<br /><br />Disinggung peluang timnas Indonesia, Muslimin mengatakan sangat kecil sekali peluangnya bisa menembus zona medali, karena memang kualitas atelt Indonesia masih jauh untuk bersaing di level dunia.<br /><br />"Bisa menembus peringkat 16 besar saja sudah menjadi prestasi yang bagus, namun tujuan utama mengikuti kejuaraan dunia ini hanya untuk mengasah mental tanding atlet pelatnas, sembari membiasakan bertarung dengan atlet yang berkualitas," tegasnya. (das/ant)</p>