Anggar – IKASI Kirim Enam Atlet Ke Kejuaraan Asia

oleh

Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia mengirimkan enam atlet ke Kejuaraan Asia Under-23 di Manila, Filipina, 9-15 Oktober 2014. <p style="text-align: justify;">Wakil Sekretaris Umum PB Ikasi Hans Nayoan mengatakan di Jakarta, Kamis, pengiriman atlet ke Kejuaraan Asia ini rutin dilakukan Ikasi sebagai bentuk pembinaan dan pemantapan tim nasional.<br /><br />Para atlet yang dikirim tersebut merupakan juara di Kejuaraan Nasional 2014 di Samarinda belum lama ini.<br /><br />Keenam atlet itu terdiri atas tiga atlet jenis senjata foil putri yakni Erpiana (Kaltim), Chintia Pua (Kaltim), Anissa Berliana (Jabar) dan tiga atlet jenis senjata epee putra, Rian (Jateng), Fajar Raharjo (Kalbar), Patracova Ferry Djambak (Sumsel).<br /><br />"Hanya dua nomor senjata yang dikirim dari 12 nomor yang ada, hal ini terpaksa dilakukan karena PB Ikasi juga harus mempertimbangkan ketersediaan dana," ujar dia.<br /><br />Ia menjelaskan dana organisasi untuk memberangkatkan atlet bertanding ke luar negeri sangat minim sehingga pihaknya harus menggalang bantuan dari pihak sponsor.<br /><br />"Sejauh ini yang menjadi sponsor masih Ketua PB Ikasi sendiri, Agus Suparmanto," ujar dia.<br /><br />Terkait target pada kejuaraan tersebut, menurutnya, PB Ikasi tidak membebani atlet mengingat ajang ini hanya dijadikan kesempatan untuk menambah jam terbang.<br /><br />"Indonesia saat ini sudah sulit menembus persaingan di tingkat Asia Tenggara, meski demikian PB berharap para atlet mampu tampil maksimal dan menyumbang medali," kata dia.<br /><br />Prestasi anggar Indonesia semakin terpuruk dalam satu dekade terakhir seiring dengan kemerosotan prestasi olahraga nasional.<br /><br />Pada SEA Games di Indonesia tahun 2011 hanya mampu meraih satu medali emas pada nomor sabre beregu putri, sementara pada Asian Games di Incheon, 19 September-4 Oktober 2014, hanya mampu menembus babak delapan besar.<br /><br />Prestasi tertinggi olahraga anggar Indonesia yakni meraih medali perak Asian Games atas nama Silvia Koeswandi pada 1990. <strong>(das/ant)</strong></p>