Anggota DPR : Kinerja Kemenpora Sangat Buruk

oleh

Anggota Komisi X DPR Rohmani menilai kinerja Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam kurun waktu dua tahun masa kepemimpinan Andi Mallarangeng sangat buruk. <p style="text-align: justify;">Anggota Komisi X DPR Rohmani menilai kinerja Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam kurun waktu dua tahun masa kepemimpinan Andi Mallarangeng sangat buruk.<br /><br />"Banyak alasan kenapa Kemenpora ini mendapat rapor merah," ujarnya di Jakarta, Sabtu.<br /><br />Pertama, ujarnya, masalah akuntabilitas dan integritas lembaga. Pada periode ini, terjadi korupsi dilingkungan Kemenpora, korupsi pembangunan wisma atlet ASEAN.<br /><br />"Hal ini menjadi cacat paling besar karena presiden sendiri telah berjanji memimpin sendiri pemberantasan korupsi. Ironisnya, korupsi justru terjadi dilingkungan kementerian yang dipimpin langsung orang-orang dekat presiden," ujarnya.<br /><br />Kedua, persoalan kapasitas. Menurut Rohmani, kapasitas Kemenpora dalam memimpin sangat mengecewakan dan hal ini tampak dari keterlambatan pencairan dana kegiatan SEA GAMES 2011 atau daya serap anggaran. Hingga mendekati pelaksanaan, Kemenpora belum juga bisa mencairkan dana pesta olahraga negara-negara ASEAN tersebut.<br /><br />"Pelaksanaan SEA Games sudah jelas waktunya. Sayangnya, Kemenpora tidak bisa mencairkan dananya. Akibatnya, Rp1,2 triliun dana pengadaan barang dan jasa Sea Games harus melalui penunjukan langsung. Kalau bukan karena menyelamatkan muka bangsa ini, penunjukan itu tidak bisa ditolelir," kata anggota DPR dari Fraksi PKS ini.<br /><br />Ketiga, kegagalan mengangkat prestasi olahraga nasional. PSSI dinilainya gagal mencapai supermasi tertinggi dalam kancah sepak bola ASEAN dan Kemenpora memiliki andil atas kegagalan Timnas tersebut. Belum lagi, kegagalan Kemenpora menjadi fasilitator kisruh PSSI beberapa waktu yang lalu.<br /><br />Keempat, Kemenpora belum memiliki "grand desain" pengembangan dan pemberdayaan pemuda. Hingga hari ini "road map" pengembangan dan pemberdayaan pemuda Indonesia dinilai belum jelas.<br /><br />"Sebenarnya, dengan empat indikator di atas saja, Kemenpora sudah bisa dikatatakan gagal menjalankan fungsinya. Masih banyak persoalan lainnya. Menurut saya, Kemenpora harus lebih serius dan melibatkan banyak pihak dalam membangun kegemilangan olahraga nasional serta dalam pemberdayaan pemuda," ujarnya.<br /><br />Komisi X DPR RI bermitra kerja dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemediknas), Kemenpora, Kementerian Kebudayaan dan Parawisata (Kemenbudpar) dan Perpustakaan Nasional. (Eka/Ant)</p>