Home / Tak Berkategori

Anggota DPR Pertanyakan Penambahan Anggaran Kemdiknas

- Jurnalis

Minggu, 10 Juli 2011 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi X DPR (pendidikan, olahraga dan kebudayaan) Rohmani mempertanyakan penambahan anggaran pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional sebesar Rp16,577 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P 2011). <p style="text-align: justify;">Anggota Komisi X DPR (pendidikan, olahraga dan kebudayaan) Rohmani mempertanyakan penambahan anggaran pendidikan Kementerian Pendidikan Nasional sebesar Rp16,577 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P 2011).<br /><br />"Penambahan anggaran Kemdiknas tersebut disampaikan Kementerian Keuangan pada rapat kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR," katanya dalam penjelasan melalui surat elektronik di Jakarta, Minggu.<br /><br />Rohmani mepertanyakan hal tersebut karena pada kuartal pertama, daya serap Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tergolong rendah atau sekitar 10,55 persen, yakni senilai Rp5.874.517.116.066.<br /><br />Menurut dia, penambahan sebesar Rp16,577 trilliun itu harus jelas penggunaannya. "Jangan sampai anggaran besar namun realisasinya tidak jelas," katanya.<br /><br />Ia juga menegaskan bahwa prinsip tepat sasaran dan efisien harus dipegang oleh Kemdiknas.<br /><br />"Penambahan anggaran itu wajar. Yang menjadi persoalan adalah anggaran itu apa saja. Penambahan anggaran itu harus untuk kepentingan pendidikan nasional. Kalau penambahan anggaran itu tidak bisa memberikan dampak positif terhadap perbaikan pendidikan maka percuma saja dinaikkan," kata anggota Fraksi PKSI DPR itu.<br /><br />Rohmani mengingatkan proposal penambahan anggaran itu harus jelas. Jangan sampai anggaran itu untuk kepentingan birokrasi.<br /><br />"Proposal penambahan anggaran itu harus untuk peningkatan mutu pendidikan. Bukan untuk anggaran belanja fasilitas birokrasi. Asas kemanfaatan harus menjadi pertimbangan utama," katanya menambahkan.<br /><br />Menurut dia, pihaknya akan terus mengawal proses tersebut. "Ini kan baru usulan pemerintah, kami akan mengawal kegunaan penambahan anggaran tersebut. Kami akan dorong penambahan dana itu untuk peningkatan mutu pendidikan. Yang pasti, programnya harus jelas," katanyai.<br /><br />Rohmani juga mengingatkan Kemdiknas dalam pengelolaan anggaran. Tahun anggaran 2010, Kemdiknas memperoleh penilaian "disclaimer" (tanpa pendapat) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).<br /><br />Selain itu, kata dia, juga persoalan masih terjadinya pungutan liar dalam penerimaan siswa sekolah dasar (SD dan SMP), padahal pendidikan dasar sudah gratis.(Eka/Ant)</p>

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur
Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak
Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas
Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai
Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen
Realisasi APBD 2025 Kecil, Bupati Sintang Minta OPD Sering Rapat Evaluasi
UMKM Desa Kalbar Tampil di Hari Desa Nasional 2026, Kerupuk hingga Dodol Durian Paling Diminati
Awal Tahun 2026 Bertemu Kepala OPD, Bupati Sintang Berikan Arahan

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:29 WIB

Bupati Barito Utara Resmikan Pemancangan Tiang Listrik di Empat Desa Teweh Timur

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:15 WIB

Polres Sintang Kenalkan Rambu Lalu Lintas Sejak Dini Lewat Program Polisi Sahabat Anak

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:12 WIB

Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Sejumlah Titik Rawan Lalu Lintas

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:15 WIB

Asisten 1, Hadiri Raker dan Ramah Tamah Camat Dedai Dengan Kades dan Ketua BPD Se Kecamatan Dedai

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:12 WIB

Sekda Sintang Kecewa Realisasi Anggaran Pemkab Sintang Tahun 2025 Hanya 81,59 Persen

Berita Terbaru