Anggota DPRD Banjarbaru Terancam Pergantian Antarwaktu

Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berinisial Asw terancam pergantian antarwaktu (PAW) menyusul kasus pemalsuan ijazah yang dilakukannya. <p style="text-align: justify;">Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Banjarbaru Fitriyadi, Selasa mengatakan, pihaknya sudah menerima tembusan terkait PAW anggota dewan tersebut dari DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) yang merupakan partai pengusungnya.<br /><br />"Kami sudah menerima surat tembusan PAW dari DPP PBR tetapi masih belum bisa menjalankan proses PAW karena kasusnya masih kasasi di Mahkamah Agung," ujarnya.<br /><br />Menurut dia, PAW belum bisa dilakukan karena kasusnya belum selesai, tetapi proses PAW bisa saja dilakukan sepanjang ada permintaan Ketua DPRD setempat untuk melakukan verifikasi terhadap calon penggantinya.<br /><br />Surat DPP PBR yang ditandatangani langsung Ketua Umum DPP PBR Bursah Zarnubi dengan nomor 0805/A/DPP-PBR/IV/2011 berisi PAW anggota DPRD Banjarbaru berinisial Asw kepada caleg di urutan bawahnya, Emi Harida Wati.<br /><br />Namun, surat itu masih belum disikapi DPC PBR Kota Banjarbaru dan hanya menyampaikan surat dengan nomor 073/DPC-PBR/BB/2011 kepada Ketua DPRD Kota Banjarbaru Arie Sophian untuk menindaklanjuti surat tersebut.<br /><br />Kepala Bagian Hukum dan Risalah DPRD Banjarbaru Mutia Safariahadi mengatakan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan KPU untuk menindaklanjuti surat tersebut.<br /><br />"Kami akan mempelajari surat itu untuk mendalami ketentuan yang mengaturnya berkoordinasi dengan KPU dan pihak terkait lain sehingga prosesnya tidak menyalahi aturan dan ketentuan," ujarnya.<br /><br />Kuasa Hukum Asw, Syamsul Bahri mengatakan, pihaknya masih menunggu kasasi yang sudah diajukan ke Mahkamah Agung beberapa waktu lalu setelah pengaduan banding kliennya di telah Pengadilan Tinggi Kalsel.<br /><br />"Kami masih menunggu kasasi yang diajukan ke MA dan akan berjuang terus agar yang bersangkutan dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan," ujarnya.<br /><br />Calon pengganti Asw, Emi Harida Wati mengatakan, hasil pertemuan pengurus ranting PBR se Kota Banjarbaru sepakat menginginkan dilakukannya PAW terhadap anggota dewan daerah pemilihan Kecamatan Cempaka tersebut.<br /><br />"Hasil keputusan rapat pengurus ranting PBR Banjarbaru yang dilaksanakan 10 April 2011 menginginkan Asw segera di PAW tetapi hingga sekarang prosesnya belum berjalan," ujar dia.<br /><br />Kasus yang mengancam status keanggotaan Asw berawal dari dugaan pemalsuan surat tanda tamat belajar pada Madrasyah Ibtidaiyah yang digunakan oleh yang bersangkutan mendaftarkan diri sebagai caleg.<br /><br />Belakangan, surat itu dinyatakan palsu sehingga kasusnya diselidiki Polres Banjar hingga diajukan ke pengadilan dan hasil sidang yang bersangkutan dinyatakan terbukti bersalah sehingga dihukum selama enam bulan penjara. <strong>(phs/Ant)</strong></p>