Angka Kelulusan Tingkat SLTA, Kapuas Hulu Peringkat II Se-Kalbar

oleh

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kapuas Hulu Antonius, A.Md, Pd, SE mengatakan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu menduduki peringkat II (dua) kelulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) se-Kalimantan Barat. Sementara itu kata Antonius untuk peringkat I (satu) diraih oleh Kabupaten Melawi. <p style="text-align: justify;">“Tahun lalu Kita hanya mendapat peringkat ke 5 (lima) saja, tetapi tahun ini melonjak menjadi peringkat dua, inikan sangat luar biasa prestasi dunia pendidikan Kita,” ungkapnya ketika dihubungi via telepon, Sabtu (26/05/2012).<br /><br />Dijelaskan Antonius bahwa jumlah peserta Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kapuas Hulu sebanyak 1371 orang, yang dinyatakan lulus sebanyak 1353, dan 3 diantaranya dinyatakan tidak lulus, sedangkan persentase kelulusan SMA Kapuas Hulu sekitar 99,78 persen, Namun untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dinyatakan lulus 100 (seratus) persen, sebab dari jumlah peserta 195 orang, semuanya lulus.<br /><br />“Memang Saya akui persiapan di sekolah masing-masing dan para murid cukup matang, ditambah lagi dukungan para orang tua murid dan seluruh lingkungan masyarakat, terlebih lagi dukungan Pemerintah Daerah, dimana pak Bupati dan Wakil Bupati serta pejabat lainnya turun langsung meninjau pelaksanaan UN dengan demikian memberikan motivas kepada para peserta UN,” jelasnya.<br /><br />Sementara itu menurut pantauan dilapangan tampak sekali antusias para pelajar saat menanti detik-detik pengumuman, tetapi disejumlah Sekolah khususnya di SMK Negeri I Putussibau para  pelajar didampingi oleh orang tuanya, bahkan yang menerima amplop yang berisikan penggumuman tersebutpun langsung diterima oleh orang tua sekitar pukul 09.30 wib, Sabtu (26/05-2012), barulah kemudian siswa diperkenankan melihat hasilnya didampingi orang tua masing-masing.<br /><br />Meskipun penggumuman yang dilaksanakan berjalan lancar dan aman, namun petugas kepolisian tampak berjaga-jaga, di SMK Negeri I Putussibau sendiri kurang lebih 8 (delapan) orang, petugas keamanan, berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Usai penggumuman sejumlah siswa pulang dengan tertib selain itu ungkapan kegembiraan yang biasanya dimaranai dengan aksi coret-coret seragam sekolah, penggumuman kali ini hanya dilakukan oleh beberapa siswa saja, bahkan aksi konpoi pun tidak terlihat di sepanjang jalan Kota Putussibau dan sekitarnya. <strong>(phs)</strong></p>