Home / Tak Berkategori

Angka Kematian Bayi Tabalong Capai 74 Kasus

- Jurnalis

Selasa, 17 Januari 2012 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angka kematian bayi di wilayah Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2011 mencapai 74 kasus. <p style="text-align: justify;">Plt Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Tabalong, Herlina SKM kepada pers di Tanjung, ibukota Kabupaten Tabalong, Selasa menyebutkan kasus kematian terbanyak adalah kematian janin dalam kandungan (intra fetal uterine death) 26 kasus.<br /><br />Selain itu kematian akibat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) tercatat 18 kasus, dan bayi tak bisa bernafas secara spontan dan teratur (asfiksia) 5 kasus.<br /><br />Kasus kematian bayi baru lahir ditemukan di lima kecamatan yakni Banua Lawas, Kelua, Tanjung, Tanta dan Murung Pudak Dari beberapa faktor penyebab kematian bayi baru lahir( neonatal) adalah kematian janin dalam kandungan dan akibat berat badan lahir rendah, jelas Herlina.<br /><br />Untuk bayi lahir mati tercatat 16 kasus dengan rincian 10 bayi laki-laki dn 6 perempuan, bayi usia 0 sampai 7 hari 25 kasus, usia 7 sampai 28 hari 1 kasus dan usia 28 hari sampai 1 tahun 6 kasus.<br /><br />Dari total angka kematian neonatal dan bayi di Tabalong, terbanyak di Kecamatan Tanta sebanyak 22 kasus dan Murung Pudak 19 kasus.<br /><br />Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, Syarifuddin Baseri mengatakan untuk mengantisipasi tingginya angka kematian bayi lahir akibat asfiksia , para bidan yang menangani persalinan harus bisa mengetahui faktor resiko yang berpotensi terjadinya asfiksia.<br /><br />"Kematian bayi akibat asfiksia di Indonesia memang cukup banyak termasuk di Tabalong dan biasanya disebabkan adanya gangguan kesehatan ibu hamil seperti sirkulasi darah sehingga pasokan oksigen ke bayi tidak optimal," jelas Syarifuddin.<br /><br />Selain disebabkan faktor asfiksia dan berat badan lahir rendah, kematian bayi akibat Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) juga ditemukan sebanyak 2 kasus di Kecamatan Jaro serta 6 kasus karena sebab lain. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK
IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi
108 Pengendara Ditilang, Polres Melawi Akui Penertiban Knalpot Brong Belum Maksimal
Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya
Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang
Pemkab Sintang Terus Perbaiki Mutu Pendidikan, Ajak Penguatan Peranan Orangtua
Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara Sampaikan Ucapan Selamat Hari Pers Nasional 2026
DPC Gerindra Barito Utara Bagikan 400 Kupon LPG 3 Kg Bersubsidi di Muara Teweh

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:29 WIB

Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:38 WIB

IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:26 WIB

108 Pengendara Ditilang, Polres Melawi Akui Penertiban Knalpot Brong Belum Maksimal

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:12 WIB

Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:36 WIB

Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Berita Terbaru

Sintang

Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Selasa, 10 Feb 2026 - 14:36 WIB