Angka Ramalan Padi Kalsel 1,9 Juta Ton

oleh

Pada 2011 diperkirakan produksi padi sawah dan padi ladang Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 1,965 juta ton gabah kering giling (GKG) berdasarkan Angka Ramalan I 2011. <p style="text-align: justify;">Pada 2010 produksi padi sawah dan padi ladang berdasarkan angka sementara (ASEM 2010) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 1,842 juta ton GKG, ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel Bambang Pramono, Kamis (03/03/2011). <br /><br />Sedangkan pada 2011 diperkirakan mencapai 1,965 juta ton GKG berdasarkan Angka Ramalan I (ARAM I 2011), tambahnya. <br /><br />Perkembangan angka produksi padi dan palawija yang secara rutin dilaporkan BPS dan Departemen Pertanian sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pemerintah untuk melakukan kebijakan yang akan diterapkan dalam pembangunan pertanian. <br /><br />Produksi padi sawah dan ladang 2010 sebesar 1.842.089 ton (ASEM 2010) sedikit mengalami penurunan dibandingkan dari 2009. <br /><br />Produksi turun sebesar 114.903 ton atau 5,87 persen. Penurunan produksi ini dikarenakan adanya penurunan luas panen 18.903 hektare atau turun 3,86 persen dan penurunan produktivitas sebesar 0,83 ku/ha atau turun 2,08 persen. <br /><br />Angka sementara 2010 produksi padi sawah mengalami penurunan bila dibandingkan 2009 yaitu sebanyak 140.489 ton atau turun 7,70 persen. <br /><br />Penurunan ini disebabkan oleh turunnya produktivitas sebesar 0,77 ku/ha atau turun 1,88 persen, serta adanya penurunan luas panen sebesar 26.447 atau turun 5,95 persen. <br /><br />Penurunan produktifitas secara umum disebabkan oleh perubahan iklim yaitu curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan air dalam terutama di lahan lebak. <br /><br />Padi sawah pada 2011 diperkirakan akan mengalami kenaikan dibandingkan 2010 yaitu dari 1.683.163 ton menjadi 1.805.944 ton yang berarti naik sebesar 7,29 persen atau naik 122.781 ton. <br /><br />Produksi padi ladang 2010 (ASEM 2010) mencapai 158.926 ton mengalami peningkatan dari tahun 2009 lalu yang mencapai angka sebesar 133.341 ton. <br /><br />Produksi mengalami peningkatan sebanyak 25.596 ton atau 19,19 persen. Peningkatan produksi ini dikarenakan adanya peningkatan luas panen sebesar 7,544 ha atau 16,52 persen, dan adanya peningkatan produktifitas sebesar 0,67 kw/ha atau naik 2,30 persen, kata Bambang. <strong>(phs/Ant)</strong></p>