Kendaraan angkutan yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengancam mogok beroperasi karena kesulitan mendapatkan bahan bakar. <p style="text-align: justify;">"Sesuai kesepakatan bersama, apabila hingga akhir Februari nanti tetap kesulitan mendapatkan bahan bakar kami akan menghentikan operasi," kata Kepala Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kotawaringin Timur, Zulkifli Nasution, di Sampit, Jumat. <br /><br />Ancaman penghentian operasi kendaraan angkutan itu karena hingga saat ini bahan bakar di wilayah Kotawaringin Timur masih langka. <br /><br />Menurut Nasution, pemerintah daerah dan instansi terkait hingga saat ini belum ada upaya untuk melakukan penanggulangan kelangkaan bahan bakar. <br /><br />Anggota Organda Kotawaringin Timur sebetulnya bermaksud turun ke jalanan menggelar demo ke pemerintah, namun niat mereka dapat dicegah. <br /><br />"Niat mereka untuk berdemo kami cegah karena kami tidak ingin kejadian 2008 kembali terjadi, tapi kalau kelangkaan bahan bakar itu terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan mereka akan turun ke jalanan menggelar demo," katanya. <br /><br />Saat ini Organda masih menunggu tindakan yang diambil pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dalam menertibkan antrian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). <br /><br />Kelangkaan bahan bakar di Kotawaringin Timur karena ulah pengelola SPBU yang tidak adil terutama dalam beroperasi. <br /><br />Selama ini jadwal operasi SPBU yang ada di wilayah Kotawaringin Timur sangat singkat, jam 08.00 WIB buka pukul 11.00 WIB sudah tutup dengan alasan sudah habis, terutama untuk pengisian bahan bakar jenis solar. <br /><br />"Kami harap seluruh SPBU beroperasi 1×24 jam dan mereka juga tidak boleh melayani pengisian kendaraan pelansir. Jika aturan itu benar-benar diterapkan kami yakin antrian dan kelangkaan bahan bakar tidak akan terjadi," terangnya. <br /><br />Akibat kelangkaan bahan bakar itu pemilik angkutan mengalami kerugian cukup besar karena waktunya habis untuk mengantri di SPBU. <br /><br />Polisi seharusnya menetibkan dan menindak tegas para pelansir bahan bakar yang ikut mengantri di SPBU. Selama ini sanksi yang dikenakan kepada pelansir masih ringan dan tidak menimbulkan efek jera.<strong> (das/ant)</strong></p>


















