Antisipasi Banjir, Tagana Melawi Siaga

oleh

Banjir besar yang melanda Kabupaten Melawi tahun 2008 lalu membuat roda perekonomian dan pemerintahan lumpuh total, ratusan masyarakat di beberapa kecamatan sempat mengungsi ke tenda-tenda darurat. <p style="text-align: justify;">Belajar dari pengalaman banjir tersebut, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Melawi sebagai salah satu unit rescue milik Kementerian Sosial RI tak mau kecolongan. <br /><br />Saat ini mereka telah menempatkan beberapa anggota di lokasi yang rawan banjir diantaranya di Kecamatan Ella Hilir, Menukung dan Kecamatan Nanga Pinoh.<br /><br />“Anggota Tagana Melawi saat ini siaga penuh dan kami menempatkan mereka dibeberapa titik daerah rawan bencana banjir, seperti perhuluan Kecamatan Menukung dan Ella Hilir, untuk memonitoring ketinggian air sungai,” demikian diungkap koordinator Tagana Melawi, Adang Wahyudi pada kalimantan-news.com, Kamis (29/12/2011).<br /><br />Adang menjelaskan personil Tagana Melawi yang ditempatkan di titik daerah rawan bencana banjir setiap harinya diwajibkan memberikan laporan tentang situasi dan kondisi wilayah di pantaran aliran sungai. Berdasarkan pantauannya mulai dari tanggal 24 sampai 27 Desember di kawasan Nanga Nuak kecamatan Ella hilir tinggi air sungai masih dibatas ambang normal yaitu 8 meter.<br /><br />“Saat ini situasi air Sungai Melawi dan Pinoh masih dalam keadaan normal dan tidak mengkhawatirkan,” terangnya. <br /><br />Pria yang juga Ketua Pencinta Alam Ciwanadri ini mengungkapkan bahwa saat ini kondisi air sudah surut lagi. Berdasarkan pengalaman banjir yang dialami pada 2008 lalu, banjir yang dialami beberapa wilayah di Kabupaten Melawi karena curah hujan yang sangat tinggi, akibatnya permukaan air laut pun naik hingga ke bagian hulu, inilah yang menyebabkan beberapa daerah rawan banjir terkena dampaknya<br /><br />Selain menempatkan beberapa anggota Tagana di tempat rawan banjir, Adang juga terus melakukan koordinasi dengan Tagana Provinsi Kalbar mengenai kemungkinan bencana banjir yang akan terjadi di Kabupaten Melawi ini. <br /><br />“Sejak tanggal 24 Desember lalu Nanga Pinoh terus dimonitor oleh TRC pemerintah provinsi dan mereka meminta informasi terus dari tangal 24 Desember lalu,” terangnya.<br /><br />Pria ramah ini juga menghimbau kepada masyarakat yang berada dipantaran aliran sungai Melawi maupun sungai Pinoh untuk selalu waspada terhadap naiknya air sungai yang bisa terjadi secara tiba-tiba di musim hujan seperti ini. <br /><br />“Sikap siaga dan waspada terhadap bencana, bertujuan untuk meminimalisir nilai kerugian dan korban,” katanya.<br /><br />Tak Cuma itu, Tagana Melawi juga terus melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial, tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Melawi dalam mengantisipasi kemungkinan bencana banjir di beberapa wilayah rawan banjir, terutama mengenai perlengkapan Tagana serta logistik yang tersedia di gudang Dinas Sosial.<br /><br />Hal tersebut juga diungkapkan Sekretaris Dinas Sosial, Oslan Junainya, pihaknya sudah melakukan upaya-upaya persiapan dini, seperti meningkatkan pelatihan terhadap para anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi.<br /><br />“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Tagana dan hingga saat ini kami memang belum ada menerima informasi bencana banjir baik dari pihak kecamatan maupun desa. Tetapi kami saat ini bersiap diri, jika ada laporan kejadian bencana banjir kepada kami. Laporan ini sebagai landasan kami untuk menindaklanjuti pemberian bantuan kepada warga korban banjir bersangkutan,” ungkap Oslan.<br /><br />Dia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Melawi ketika wilayahnya mengalami banjir, agar segera melapor atau memberikan informasi kepada Dinsos baik itu melalui Kepala Desa ataupun dari Camat.<br /><br />Oslan melanjutkan, saat ini stok beras penanggulangan bencana 2011 kabupaten siap untuk disalurkan termasuk logistik serta tenaga penanggulangan dari Tagana. <br /><br />“Jadi jika sewaktu-waktu nanti akan ada permintaan bantuan dari masyarakat korban banjir, kami siap menyalurkannya. Selain beras, saat ini kami juga sudah menyiapkan bantuan bahan makanan lainnya dan barang.” ungkapnya<br /><br />Sejumlah makanan itu antara lain adalah sarden, gula, kopi, minyak goreng disimpan di gudang Dinsos Kabupaten Melawi. <strong>(phs)</strong></p>