Antisipasi Kabut Asap Kalteng Minta Hujan Buatan

oleh

Untuk mengantisipasi terjadinya kabut asap akibat musim kemarau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meminta pemerintah pusat membantu provinsi untuk melakukan hujan buatan. <p style="text-align: justify;">"Pak gubernur sudah mengirimkan surat permintaan hujan buatan ke pemerintah pusat, ini tidak lain sebagai upaya mengantisipasi kabut asap pada musim kemarau," kata Wakil Gubernur Kalteng, Ir H Achmad Diran, di Palangka Raya, Selasa.<br /><br />Menurutnya, dari beberapa titik panas yang sudah terpantau oleh tim penanggulangan bencana daerah, kondisinya masih belum parah. Namun, demikian pemerintah provinsi tetap mewaspadai agar tidak terjadi seperti tahun sebelumnya.<br /><br />"Kita tetap melakukan pantauan titik panas di beberapa kabupaten yang rawan terhadap kebakaran hutan, lahan maupun pekarangan rumah," ujarnya.<br /><br />Dia mengatakan, perlunya meminta bantuan hujan buatan ke pusat, kalau sampai terjadi puncak kemarau yang diramalkan pada pertengahan Agustus 2011. Kalau pun tidak terjadi atau titik panas tidak sampai melebihi ambang yang ada, maka pelaksanaan hujan buatan tidak perlu dilakukan.<br /><br />"Kalau kondisinya memungkinkan baru kita lakukan hujan buatan, namun kalau titik panas yang ada sudah berkurang karena dalam beberapa hari ini ada hujan, diharapkan tidak terjadi pelaksanaan hujan buatan tersebut," katanya.<br /><br />Di tempat terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kalteng, Musid Marsono menambahkan, dalam penanganan kabut asap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merupakan Koordinator pelaksanaan di lapangan.<br /><br />"Koordinator tersebut bekerja sama dengan Dinas Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup, perangkat hukum dan dinas maupun instansi terkait lainnya, katanya menegaskan.<br /><br />Kemudian, sambung dia, berdasarkan pantauan tim selama ini kabupaten yang banyak titik panasnya adalah di Kabupaten Kapuas, Pulangpisau yang sama-sama memiliki lahan gambut. Selain itu lahan terlantar, pekarangan dan perkebunan.<br /><br />"Sebagai antisipasi kabut asap akibat terjadinya kebakaran, kita bersama tim di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah siaga selama 24 jam dan membuka Posko," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>