Antisipasi Masalah, Disperindag Lakukan Komunikasi Dengan Pedagang

oleh

Guna mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin saja muncul pada proses pemindahan pedagang sayur di pasar tradisional sungai durian ke pasar sayur baru di kawasan Masuka, disperindagkop dan UKM telah melakukan komunikasi dengan para pedagang. Komunikasi dilakukan dengan para koordinator pedagang yang mangkal dipasar tradisional sungai durian. Salah satu masalah yang mungkin muncul adalah keengganan para pedagang menempati pasar baru dengan berbagai alasan. <p style="text-align: justify;">“Targetnya yang pasti ada kesepakatan antara pemerintah dengan pedagang. Kesepakatan tersebut tentu bertujuan untuk mengatur agar operasional pasar bisa berjalan dengan lancae,”ungkap Plt. Disperindagkop dan UKM Ade Supardi saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.<br /><br />Kesepakatan itu pula menurutnya akan menjadi kekuatan bila kemudian timbul masalah dalam perjalanan operasional pasar. Menurutnya hal ini dilakukan setelah berbagai masalah dan solusi ditemukan pada proses pengelolaan pasar sayur Junjung Buih di Tanjung Puri.<br /><br />Namun begitu, Ade mengaku belum bisa memastikan kapan para pedagang pasar sayur di sungai durian akan dipindahkan ke pasar baru di kawasan Masuka.</p> <p style="text-align: justify;">“Targetnya memangg tahun ini, tapi kapan waktu pastinya kita belum bisa tentukan. Sebab memang kondisi pasar belum siap sepenuhnya,”ujarnya.<br /><br />Sejumlah fasilitas pelengkap pasar antara lain jalan, drainase, halaman parkir, tempat sampah dengan kontainer, listrik dan terminal belum terpenuhi. Untuk listrik yang menurutnya menjadi tanggungjawab disperindagkop memang telah diusahakan. Namun untuk jalan, drainase yang menjadi kewenangan PU ternyata terkendala dalam hal dana. Sebab untuk kebutuhan pembangunan dua fasilitas tersebut tidak terekam dalam APBD 2011. Sedangkan tentang terminal, menurutnya itu menjadi kewenangan pihak dinas perhubungan.<br /><br />“Sebenarnya semua telah kita komunikasikan dengan instansi terkait. Namun kalau memang tidak terekam dalam anggaran, kita juga memahami karena anggaran kita memang terbatas,”pungkasnya.<strong> (phs)</strong></p>