Antisipasi Masuknya Teroris, Masyarakat Harus Ambil Peran

oleh

Tertangkapnya AP yang diduga kuat anggota kelompok teroris asal Solo di desa Beloyang kecamatan Belimbing Hulu kabupaten Melawi pada Sabtu (22/09/2012) lalu memang mendapatkan perhatian dari banyak kalangan. Termasuk oleh sejumlah tokoh agama dan kepala daerah di hampir seluruh kabupaten/kota yang ada di Kalbar. <p style="text-align: justify;">“Tentu bermacam ragam masyarakat menyikapi kejadian itu. Tapi yang perlu diingat, bahwa kejadian di Melawi itu jangan sampai digeneralisirkan kepada umat Islam di daerah ini. Islam tidak sama dengan teroris, hanya saja memang ada kelompok-kelompok yang memaknai jihad dengan tidak semestinya,”ungkap ketua MUI Sintang H.Niam Musni saat ditemui di kantor Kemenag Sintang pada Senin (24/09/2012). <br /><br />Menurutnya berbagai kejadian baik tentang terorisme atau bom bunuh diri, sedikit banyak telah memberikan dampak yang mengarah pada pendiskreditan orang Islam. Namun begitu ia yakin, berbagai kejadian yang terjadi diluar sana tidak akan terjadi di Sintang. Mengingat masyarakat Kalbar telah memiliki trauma dengan konflik SARA yang terjadi beberapa tahun lalu.  <br /><br />“Kami dari FKUB Sintang secara aktif  melakukan sharing dengan berbagai pihak terkait bagaimana cara agar suasana aman dan kondusif ini bisa terrus terjaga di Sintang dan Kalbar pada umumnya,”pungkasnya.<br /><br />Ia juga berpesan agar para orang tua memberikan pendidikan moralitas agama yang benar kepada anak-anaknya. Karena di rumahlah fondasi akhlak anak dibentuk. <br /><br />Sementara itu bupati Sintang Milton Crosby usai menghadiri pelantikan ketua STKIP Persada Khatulistiwa Sintang di Balai Kenyalang mengatakan bahwa ia telah memberikan intruksi kepada unsur pemerintahan sampai ke level RT dan RW untuk mewaspadai masuknya teroris ke Sintang.<br /><br />“Tentu dengan mentaati ketentuan bahwa tamu yang lebih dari 24 jam harus melapor. Identitas tamu itu harus pula di minta sehingga jelas siapa dana dari mana asal tamu di wilayah mereka,”pesaanya.<br /><br />Ia juga mengatakan bahwa pihaknya bersama komite intelijen daerah (Kominda) terus meningkatkan kewaspadan terhadap hal-hal yang bisa merusak keamanan dan ketertiban daerah. <br /><br />Kapolres Sintang AKBP Oktavianus Marthin saat diminta komentarnya menegaskan bahwa jajaran polres sintang akan lebih intensif  melakukan deteksi dini terhadapa berbagai hal yang bisa mengoyak ketenangan dan kondusifitas Sintang. Upaya yang dilakukan adalah dengan memberdayakan jajaran intelijen dan bhabinkantibmas untuk memberikan penyuluhan secara terus menerus kepada masyarakat. <br /><br />“Kita juga menghimbay agar masyarak segera melapor ke kantor polisi terdekt atau melalui RT dan RW atau kades/lurah bila mencurigai adanya pendatang baru,”ujarnya.<br /><br />Kapolres juga mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya keras dengan menjalin kerjasama dengan tomas dan toga untuk meningkatkan peran dan memberikan penjelasan kepada warganya untuk tidak menerima begitu saja ajaran atau doktrin yang disampaikan oleh orang ataupun kelompok masyarakat yang tidak dikenal. <br /><br />“Tentuanya partisipasi seluruh komponen masyarakat sangat diharapkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sintang ini,”pungkasnya. <strong>(ast)</strong></p>