Antisipasi Wabah DBD Puskesmas Tanjung Puri Laksanakan Fogging

oleh

Petugas Puskesmas Tanjung Puri melaksanakan fogging disekitar kawasan RT 10 / II Desa Baning Kota, Selasa (20/11/2012). Fogging ini dilaksanakan karena diwilayah itu telah ditemukan satu kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) pekan lalu. Dalam pelaksanaan fogging ini Puskesmas Tanjung Puri mengerahkan enam orang petugas dengan tiga mesin foging. <p style="text-align: justify;">Petugas Puskesmas Tanjung Puri, Sunarti  mengatakan Fogging ini merupakan antisipasi meluasnya wabah DBD diwilayah ini dan sekitarnya. Hal ini karena sebelumnya diwilayah terdapat satu pasien yang harus dirawat inaf di RSUD Ade M Djoen Sintang, pekan lalu. Sehingga fogging dilaksanakan sekitar seratusan meter radius dari rumah pasien DBD.  <br /><br />“Kita berharap dengan dilaksanakan fogging ini dapat menghentikan penyebaran nyamuk DBD, sehingga jangan sampai ada korban berikutnya,” ujar Sunarti. <br /><br />Sunarti melanjutkan bahwa pelaksanaan fogging dilaksanakan apabila diwilayah itu terdapat penambahan pasien yang mendekati DBD.  <br /><br />“Di RT 10 ini sebelumnya pasien berumur sekitar 10 tahun,  kemudian ditemukan lagi dua pasien yang menderita demam panas. Meski demam ini belum positif DBD, namun fogging harus segera dilaksanakan untuk memutuskan rantai perkembangan nyamuk dewasa,” imbuhnya. <br /><br />Herlina salah seorang warga menyambut baik pelaksanaan foging, dirinya berharap agar Dinas Kesehatan dapat melakukan tindakan pencegahan penularan  wabah DBD ini tidak hanya dengan fogging. <br /><br />“Sebenarnya kami merasakan fogging ini tidak terlalu efektif, jika tidak diikuti dengan tindakan lain, seperti pemberantasan sarang nyamuk dan tindakan lainnya,” sarannya. <br /><br />Menyinggung masalah tindakan lainya untuk pemberantasan nyamuk ini, Sunarti menghimbau agar warga menerapkan pola hidup sehat, bersih lingkungan dan menebar abate yang telah diberikan petugas. <br /><br />“Pemberantasan nyamuk DBD tidak hanya dapat dilaksanakan perseorangan, ini harus dilaksanakan oleh segenap warga disekitar kawasan. Artinya jika hanya satu dua rumah yang bersih ini tidak efektif, tetapi harus keseluruhan rumah dilingkungan yang bersangkutan,” pungkasnya. <strong>(phs/foto: harianjogja.com)</strong></p>