Antispasi Peredaran Makanan Ilegal Polres Sintang Tingkatkan pengawasan

oleh

Mengantisipasi maraknya peredaran bahan makanan ilegal selama bulan suci Ramadhan, Kepolisian Resort Sintang meningkatkan pengawasan disejumlah pasar di Kabupaten Sintang. <p style="text-align: justify;"><br />“Kami akan melakukan operasi pasar. Akan kami cek jika ada barang ilegal dijual dipasaran,” kata Kapolres Sintang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Mahyudi Nazriansyah baru-baru ini.<br /><br />Jika ditemukan barang dagangan ilegal, maka akan diproses secara hukum.”Selain dilarang secara hukum, Barang ilegal, dapat membahayakan kesehatan,” imbuhnya.<br /> <br />Menurut Nazriansyah, peran serta masyarakat dalam mengantisipasi peredaran barang ilegal di Kabupaten Sintang sangat diperlukan. Jika mengetahui atau melihat adanya barang-barang ilegal beredar di Kabupaten Sintang, ia minta untuk peran aktif masyarakat melapor keaparat.<br /><br />“Kalau ada informasi silahkan lapor. Kami siap menindak lanjuti,” tukasnya.<br /><br />Kapolres meminta kepada masyarakat untuk dapat memperhatikan makanan yang dimakan. Jangan sampai makanan yang dikonsusmsi mengandung zat-zat berbahaya yang tidak layak dikonsusmsi tubuh.<br /><br />Lebih lanjut, mantan Kapolres Kapuas Hulu ini, meminta selama bulan suci ramadhan untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketentraman. Guna terciptanya Sintang yang semakin aman, damai maka semua umat beragama harus saling menghargai.<br /><br />" Wilayah Sintang hingga saat ini masih sangat kondusif. Ini terjadi berkat rasa kebersamaan dan rasa saling toleransi antarumat beragama berjalan baik. Makanya, kondisi yang sudah kondusif ini hendaknya tetap dipertahankan dan bukan hanya pada bulan Ramadhan," tuturnya.<br /><br />Ia mengatakan, masyarakat hendaknya memanfaatkan bulan Ramadhan untuk meningkatkan hubungan vertikal kepada Allah SWT dan memperbaiki hubungan sesama umat.<br /><br />"Saya rasa momentum Ramadhan bisa kita manfaatkan untuk memperbaiki hubungan kepada Tuhan khususnya dan kepada sesama. Jika ada diantara masyarakat selama ini ada percekcokan satu dengan yang lain, maka bulan Ramadhan merupakan momentum untuk memperbaiki hubungan tersebut," ungkapnya. (KN)</p>