Antrean Kendaraan Terjadi Di Sejumlah SPBU

oleh
oleh

Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat, diwarnai antrean panjang oleh sejumlah pemilik kendaraan baik roda dua dan empat yang ingin membeli bahan bakar minyak menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi, April 2012. <p style="text-align: justify;">Yudi (24) salah seorang warga Pontianak menyatakan, harus rela antre untuk membeli BBM jenis premium karena khawatir kehabisan stok premium di kendaraan roda duanya menjelang kenaikan harga BBM bersubsidi.<br /><br />"Kalau kehabisan saya terpaksa membeli pada kios pengecer yang harganya sekarang saja Rp6.000/liter, apalagi nanti kalau stok BBM di SPBU sudah habis biasanya harga premium pada kios-kios akan naik lagi," ujarnya.<br /><br />Sementara itu, Eka salah seorang karyawan SPBU di Jalan Teuku Umar menyatakan, sejak sepekan terakhir permintaan BBM jenis premium dan solar bersubsidi memang mengalami peningkatan.<br /><br />"Biasanya BBM yang kami jual baru habis esok hari, sekarang tidak sampai satu harian BBM sudah habis dibeli oleh pemilik kendaraan roda dua dan empat," ujarnya.<br /><br />Untuk menghindari pihak spekulan, pihaknya terpaksa mencatat nomor plat kendaraan baik roda dua dan empat yang membeli di SPBU itu yang dilakukan oleh pihak petugas kepolisian yang berjaga, katanya.<br /><br />Dari pantauan di lapangan, tiga SPBU yang berada di Jalan Ahmad Yani, satu SPBU di Jalan Teuku Umar, Jalan Tanjungpura, Imam Bonjol, Gusti Situt Mahmud dan Perintis Kemerdekaan rata-rata diwarnai antrean panjang oleh sejumlah kendaraan roda dua dan empat untuk mendapatkan BBM bersubsidi dengan panjang sekitar 100 meter hingga 150 meter.<br /><br />Sebelumnya, Sales Representative PT Pertamina Wilayah V Kalbar, John Haidir mengimbau, masyarakat provinsi itu tidak perlu panik karena khawatir sulit mendapatkan BBM menjelang rencana kenaikan harga.<br /><br />John menjelaskan, stok BBM di Provinsi Kalbar dalam kategori aman menjelang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi pada April 2012.<br /><br />"Kami akui permintaan BBM menjelang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi mengalami peningkatan dari biasanya sehingga BBM di SPBU cepat habis. Masyarakat tidak perlu khawatir atau panik dengan memborong BBM jenis premium maupun solar bersubsidi karena stok dalam kategori aman," ujarnya.<br /><br />John menambahkan, kebutuhan premium bersubsidi untuk Kota Pontianak sekitar 250 kiloliter per hari, kemudian untuk solar bersubsidi sekitar 120 kiloliter per hari.<br /><br />Sementara, untuk kebutuhan rata-rata untuk premium di Kalbar sekitar 1.374 kiloliter per hari. Sedangkan solar baik subsidi maupun non subsidi sebanyak 1.921 kiloliter per hari.<br /><br />Hingga saat ini menurut dia, stok premium sebanyak 10.195 kilo liter atau 7,4 hari ke depan, solar 12.495 kilo liter atau enam hari ke depan dan minyak tanah 3.755 kilo liter atau untuk 27 hari ke depan.<br /><br />Data Pertamina Kalbar, jumlah SPBU di provinsi itu sekitar 81 unit dan 21 unit SPBU diantaranya berada di Kota Pontianak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>