Anugrah Pemimpin Pancasila Di Palangka Raya

oleh

Yayasan Indonesia Satu menganugrahkan penghargaan "Pemimpin Pancasila" kepada 11 orang tokoh politik dan pejabat yang dijadwalkan 11 Juni 2011 di Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah. <p style="text-align: justify;">"Anugerah pemimpin Pancasila tahun ini yang kedua setelah pada 2010 dilakukan penganugrahan terhadap 10 tokoh di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata pimpinan yayasan Indonesia Satu Freddy Ndolu, di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Ke-11 orang yang akan mendapat anugerah sebagai pemimpin Pancasila, yaitu Sultan Hamengku Buwono X, Gayus Lumbuun (anggota FPDIP DPR RI), Siti Nurbaya (Sekjen DPD RI), Bambang Harimurti (Dewan Pers), Fadli Zon (Sekjen Partai Gerindra), Marwah Daud Ibrahim, Syamsul Mu’arif (Nasional Demokrat), Zukifliemansyah, Deny Tewu, Maruarar Sirait , dan Fadel Muhammad.<br /><br />Semua tokoh yang akan mendapat penghargaan hadir di Palangka Raya, kecuali Fadel Muhammad yang saat ini pihaknya masih menunggu konfirmasi kehadiran karena harus menyesuaikan dengan jadwal acara Presiden.<br /><br />"Kami menilai, dijadikannya Palangka Raya sebagai tuan rumah penganugerahan pemimpin pancasila kepada 11 tokoh nasional tersebut bakal menjadi sejarah tersendiri bagi kawasan setempat," ucapnya.<br /><br />Ia mengungkapkan, sebab selain memberikan penganugerahan pemimpin Pancasila, dilaksanakan juga ikrar Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila. Yang pernyataan ikrar tersebut dilakukan oleh sejumlah tokoh masyarakat Provinsi Kalteng.<br /><br />"Dalam 50 tahun yang akan datang, nilainya mungkin akan sama dengan Sumpah Pemuda yang juga diikrarkan para pemuda Indonesia puluhan tahun silam," ujarnya.<br /><br />Selain itu, lanjutnya, Kalteng juga akan menjadi contoh bagi daerah lainnya terkait penerapan nilai-nilai hidup Pancasila yang berfungsi untuk mensejahterakan rakyat. Pancasila bukan hanya simbol dan sebuah dasar negara, namun harus dapat berfungsi sebagaimana mestinya.<br /><br />"Apabila Pancasila tidak berfungsi, maka Pancasila itu tidak akan ada artinya," tegasnya.<br /><br />Dikatakan Fredy, yayasan Indonesia Satu akan terus bergerak mencari pemimpin yang berjiwa pancasila dan memiliki kriteria seorang pemimpin, yakni intergritas, profesionalitas, dan personalitas. Tiga hal itu harus ada dalam jiwa seorang pemimpin.<br /><br />Semua orang harus bisa menjadi pemimpin apapun kedudukannya, dan pemimpin bukan pejabat yang hanya cenderung sekedar memikirkan keuntungannya dan kelompoknya, tapi pemimpin harus memikirkan kehidupan orang lain secara keseluruhan.<br /><br />"Untuk menjadi pemimpin pancasila itu berat, tidak ringan karena ketika seseorang berusaha menjadi pemimpin yang baik, banyak ujian yang akan menggodanya," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>