APBD Berlum Cair, PHL Ancam Mogok Kerja

oleh

Aci Evensius Eekeh, Kepala Dinas Kebersihan, pemadam Kebakaran dan Pertamanan (DKPKP) Melawi terpaksa harus mencari pinjaman untuk membayar gaji Petugas Harian Lepas (PHL) kebersihan di Melawi, sebab para PHL sudah mengancam mogok kerja jika gaji mereka selama tiga bulan belum dibayar, ini dampak karena belum kelarnya Pembahan APBD Melawi, sehingga pelayanan public harus terganggu. <p style="text-align: justify;">“Kami minjam ke pihak ketiga untuk nalangkan pembayaran gaji PHL. Pun hanya bisa kami bayar Rp.  300 ribu dulu, ditambah dengan sembako. Kalau tidak begitu PHL mogok kerja, bis-bisa sampah-sampah di Melawi berserakan. Kami juga yang disalahkan,” ungkap Aci ditemui, Kamis (17/3).<br /><br />Aci mengatakan, jumlah tenaga PHL di melawi sebanyak 117 orang. Dari jumlah tersebut masing-masing PHL memiliki gaji sebesar Rp. 800 ribu perbulan. Namun menggunakan pinjaman dari pihak ketiga, DKPKP baru bisa gaji PHL satu bulan, pun tidak berupa uang semuanya, melainkan ditambah dengan sembako. <br /><br />“Istilahnya panjar dulu. Uang kami kasikan Rp. 30 ribu satu orang, sisanya sembako, segala beras, gula, minyak dan lain-lainnya, untuk mencukupi Rp. 800 ribu tadi,” bebernya.<br /><br />Para PHL tersebut harus menunggu APBD kelar baru gajinya selama dua bulan bisa dibayar penuh. Hal itu dikarenakan DKPKP hanya bisa mendapatkan dana talangan untuk membayar satu bulan.  <br /><br />“Saat ini, kami sudah mulai kelabakan. Pihak ketiga tidak mampu memberikan pinjaman lagi,” ucapnya.<br /><br />Tidak hanya terkait PHL saja yang dikeluhkan DKPKP, namun pihaknya juga mengalami masalah pada operasional atau bahan bakar minyak untuk armada pengangkut sampah. <br /><br />“Untuk membeli bahan bakar sudah tidak ada. Kebutuhan BBM jenis solar, dalam seminggu sebanyak 500 liter dan bensin sebanyak 200 liter.  “Karena bon kami sudah banyak ditempat penjual BBM, maka penjual BBM sementara tidak maulagi di bon, tunggu kami melunasi hutang dulu baru dia mau,” ucapnya.<br /><br />Aci mengatakan, jika sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) tidak diangkut, masyarakat akan mengeluh, tanpa mengetahui persoalan yang dihadapi pihaknya. <br /><br />“Satu hari saja sampah tidak diangkut, orang sudah SMS minta sampah yang sudah menumpuk supaya segera diangkut. Kami lagi yang disalahkan,” ucapnya.<br /><br />Harapan kita, lanjut Aci, APBD Melawi tahun 2016 bisa secepatnya terealisasi, dengan begitu DKPKP bisa mengatasi persoalan yang dihadapinya. <br /><br />“Saya tidak tega jika melihat tenaga honor dan PHL, belum dibayar. Sementara mereka hanya mengharapkan itu untuk meemenuhi keebutuhan ekonomi mereka,” pungkasnya. (KN)</p>