Sebanyak 35 pegawai di lingkungan Area Area Pelayanan dan Distribusi Pelanggan (APDP) PLN Wilayah Kalimantan Barat dalam seminggu terakhir berlatih tentang memasang menara transmisi listrik secara darurat. <p style="text-align: justify;">"Ini untuk mengantisipasi kalau terjadi kondisi darurat," kata Supervisor Operasi dan Pemeliharaan Transmisi APDP PLN Kalbar, Tomson Siahaan saat dihubungi di Pontianak, Jumat.<br /><br />Pelatihan emergency recovery system (ERS) itu dimulai pada Senin (10/3) berupa mendengarkan pemahaman secara teoritis.<br /><br />Kemudian dilanjutkan dengan praktik untuk memasang dan membongkar menara darurat.<br /><br />Sekaligus, lanjut dia, memasang isolator untuk kabel transmisi di menara yang mengalami gangguan.<br /><br />Tim berlatih di bawah bimbingan tenaga ahli dari pihak penyedia menara darurat tersebut. Tower itu sendiri merek SBB buatan Kanada.<br /><br />"Pelatih untuk fisik menara Paulo dari Swedia. Dan untuk software, karena perlu memperhitungkan kekuatan dan tekanan dari kabel serta isolator, tim dilatih Raimi, dari Swedia," ujar dia.<br /><br />Tomson Siahaan menambahkan, sekitar 10 tahun lalu, jaringan transmisi 150 KV di daerah Parit Baru, tepatnya di menara nomor 57, mengalami gangguan.<br /><br />Tower tersebut rubuh karena ada bagian pengikat diagonal yang hilang diambil warga.<br /><br />"Butuh waktu tiga bulan untuk memulihkan kembali menara karena sekaligus dengan pengerjaan fisik," ujar Tomson Siahaan.<br /><br />Pihaknya menggunakan kayu untuk menggantikan posisi menara yang rubuh.<br /><br />Sedangkan kalau menggunakan menara darurat, pasokan listrik ke pelanggan seminimal mungkin pemadaman dilakukan.<br /><br />Satu unit menara darurat, membutuhkan waktu setengah sampai satu hari untuk mendirikannya.<br /><br />"Jadi, masyarakat tetap mendapat pasokan, maupun PLN tetap dapat memasok ke pelanggan," kata Tomson Siahaan. <strong>(das/ant)<br /></strong></p>

















