Armada Angkutan Ditahan Pihak Ketiga, Sampah Berserakan Di TPS

oleh

Selama beberapa hari cukup banyak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah Nanga Pinoh yang terlihat berserakan. Hal itu tentu karena tidak terangkut oleh Dinas Kebersihan ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir yang berada di Desa Tanjung Tengang. <p style="text-align: justify;">Salah satu TPS yang berserakan yakni yang berada di stadion lama Desa Kenual, dan yang sangat dekat dengan kantor kebersihan. Pantauan dilapangan, sampah dilokasi tersebut, pada Senin (2-1) menumbuh dan berserakan hingga sepanjang 3 meteran. Hal tersebut tentulah membuat aroma yang tak sedap menyengat, karena lokasi TPS tepat berada di tepi jalan.<br /><br />Seperti yang disampaikan Sudar, seorang warga Nanga Pinoh yangs sering melalui jalan tersebut. Ia mengatakan, sampah yang berada di TPS stadion lama membuat aroma bau busuk. Hal itu membuat Ia bertanya, kenapa tidak diangkut oleh Dinas Kebersihan. <br /><br />"Entah apa masalah di Dinas Kebersihan sampai sampai dibiarkan menumpuk begitu," ucapnya. <br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan, Pemadam Kebakaran dan Pertamanan (DKPKP) Melawi, Aci Evensius Erkeh saat ditemui di kediamannya belum lama ini mengatakan. Persoalan sampah yang tidak terangkut semua karena ada Tiga Armada sampah yang ditahan pihak ke tiga.<br /><br />"Tiga armada kebersihan yang bisa beroperasi ditahan pihak ketiga. Hal itu dikarenakan hutang Bahan Bakar Minyak (BBM) di pihak ketiga tersebut belum terbayarkan. Karena di APBD Perubahan 2016, tidak ada dianggarkan untuk pembayarannya," katanya.<br /><br />Lebih lanjut Aci mengatakan, hutang bahan bakar dipihak ketiga itu sudah mencapai Rp. 100 juta lebih. Namun karena tidak ada anggarannya dan belum ada menyicil, maka terpaksa Ia harus menahan armada, karena hutang juga sudah cukup lama. <br /><br />"Kita sempat mengajukannya di APBDP, amun tidak diakomodir. Kemudian, kami mengalihkan biaya perawatan armada ke pembayaran BBM. Namun biaya perawatan juga tidak diakomodir. Ya, ketika pihak ketiga menahan armada, kita mau tidak mau memberikanya. Karena Ia (pihak ketiga,red) juga membutuhkan perputaran modal dan hutangnya juga sudah cukup lama," pungkasnya. (KN)</p>