Armyn-Fathan Sudah Mengundurkan Diri Dari Jabatan Negeri

oleh

Mayjen (TNI) Armyn Ali Anyang dan Fathan Abdul Rasyid, menyatakan sudah mengajukan pengunduran diri dari jabatan negeri sebelum mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Kalbar, Senin. <p style="text-align: justify;">"Saya masih dua tahun lagi pensiun. Tetapi demi Kalbar, saya rela mengundurkan diri," kata Armyn Ali Anyang seusai mendaftar sebagai bakal calon gubernur di gedung KPU Kalbar di Pontianak.<br /><br />Ia mengatakan pengunduran diri dari jabatan negeri yang menjadi salah satu syarat pencalonannya sebagai gubernur itu, merupakan konsekuensi yang harus ia terima. Armyn mengatakan sudah mengajukan pengunduran diri ke Panglima TNI.<br /><br />Saat aktif di TNI, mantan Kepala Staf Kodam XII Tanjungpura itu adalah Staf Ahli Panglima TNI bidang Komunikasi Sosial. Armyn mengatakan Panglima TNI mendukungnya untuk maju sebagai bakal calon gubernur Kalbar.<br /><br />"Panglima mendukung saya maju. Pesannya, kalau bisa menang," katanya, sambil mengulum senyum.<br /><br />Sementara Fathan Abdul Rasyid, menyatakan juga sudah mengajukan pengunduran diri dari jabatan sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalbar.<br /><br />Fathan yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalbar, menduduki jabatan terakhir sebagai Kepala BPBD Kalbar dalam dua tahun terakhir.<br /><br />Sama halnya dengan Armyn, besan Fadel Muhammad tersebut juga baru akan memasuki masa pensiun dua tahun mendatang.<br /><br />Surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatan negeri, merupakan formulir Model BB11 – KWK.KPU Partai Politik yang harus dilampirkan PNS, anggota TNI dan Polri yang mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur pada pilkada.<br /><br />Ketua KPU Provinsi Kalbar, AR Muzammil mengatakan, nantinya surat tersebut akan ditelusuri untuk mengetahui kepastiannya.<br /><br />"Nanti dalam tahapan verifikasi, kita akan telusuri apakah surat itu sudah dikirim atau tidak. Atau sudah sampai di mana," tutur AR Muzammil.<br /><br />Namun, ia tidak mau berandai-andai kalau surat tersebut hingga tenggat waktu verifikasi oleh KPU dan klarifikasi dari bakal pasangan calon belum diterima pimpinan masing-masing atau pejabat yang berwenang.<br /><br />"Itu sudah bukan ranah KPU," ucapnya, menegaskan.<br /><br />Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalbar, Robertus Isdius mengakui hingga kini belum menerima laporan adanya pejabat setempat yang mengajukan surat permohonan diri karena maju dalam pilkada.<br /><br />"Tetapi akan kita periksa karena ada tenggat waktu sesuai jadwal yang ada," ujar Robertus Isdius.<br /><br />Sebelumnya, Armyn Alianyang menyatakan alasannya berpasangan dengan Fathan A Rasyid selain karena memiliki energi dalam membangun Kalbar, juga karena pandangan politik yang sama dan pengalaman Fathan yang lama malang melintang sebagai birokrat.<br /><br />Sementara Fathan sendiri, saat ditanya menyatakan bersedia menjadi wakil gubernur yang dipasangkan dengan staf ahli Panglima TNI itu karena kesamaan visi, misi dan satu hati.<br /><br />Pasangan Armyn – Fathan diusung tiga partai politik pemilik kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar, yakni PPP (5 kursi), Hanura (4 kursi) dan PBB (1 kursi).<br /><br />Pasangan ini menurut KPU Kalbar, sudah memenuhi syarat pencalonan karena berdasarkan ketentuan, partai politik atau gabungan parpol bisa mengajukan bakal pasangan calon apabila memiliki 9 kursi di DPRD Kalbar hasil Pemilu 2009.<strong> (phs/Ant)</strong></p>