Artha Graha Bantu Korban Asap Kalteng

oleh

Komandan Satuan Tugas Tanggap Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Kalimantan Tengah Kolonel Arh Purwo Sudaryanto mengatakan, Artha Graha Peduli menerjunkan tim dan logistik untuk korban asap di kawasan bencana terparah itu. <p style="text-align: justify;">Tim Artha Graha berangkat besok ke Palangka Raya dan Pulang Pisau. Mereka siap membantu personel dan logistik," katanya dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.<br /><br />Purwo mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Artha Graha Peduli tentang kesiapan mengirim personelnya untuk membantu di rumah singgah yang disiapkan Korem. AGP juga mengisi logistik rumah-rumah singgah dengan tabung oksigen untuk para pengungsi, obat-obatan, susu balita dan anak-anak.<br /><br />Komandan Satgas Artha Graha Peduli untuk Penanggulangan Asap Heka Hertanto mengatakan, tim advance diberangkatkan untuk membuat Posko AGP dan berkoordinasi dengan Satgas Asap Kalteng.<br /><br />"Saya sendiri berangkat besok. Kami harus melihat dan mendengar dari masyarakat dan aparat bantuan, apa saja yang diperlukan," kata Heka.<br /><br />Tim AGP rencana akan membawa tabung oksigen kecik untuk dibagikan kepada masyarakat. Bahkan, AGP juga menyiapkan helikopter dari Trans Wisata Prima Aviation (TWA) untuk membantu pemadaman api.<br /><br />"Ini sebagai bentuk kepedulian kami. Dalam setiap musibah bencana yang terjadi, kami hadir membantu," katanya.<br /><br />Artha Graha Peduli terlibat dalam operasi cepat tanggap dan mitigasi bencana seperti tsunami Aceh, gempa Yogya, erupsi gunung Merapi, Kelud, gunung Sinabung, longsor Wasior dan Tasikmalaya.<br /><br />Api masih terlihat Menurut data, kebakaran lahan dan hutan di Kalteng mencapai 300.000 hektare. Hingga kini, api di beberapa tempat masih terlihat.<br /><br />Kebakaran terjadi di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kotawaringin Timur (Kotim) serta Seruyan. Selain itu, Taman Nasional Sebangau (TNS) di Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Katingan.<br /><br />Kolonel ARH Purwo Sudaryono mengatakan, dari total luas lahan terbakar 300.000 hektare tersebut, seluas 280.000 hektare berada di kawasan pembukaan lahan gambut (PLG) Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas serta 20.000 hektare di kawasan TNTP dan TNS.<br /><br />"Kebakaran hutan didua taman nasional itu terjadi sejak beberapa pekan lalu," kata pria yang menjabat Danrem 102 Panjung Kalteng ini (das/ant)</p>