Asap Semakin Pekat, Pemkab Sintang Kembali Liburkan Sekolah

oleh

Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang setiap hari terus memantau kualitas udara dengan menggunakan alat LGA Portabel dan Haz-Dust Air- Aide Portabel di Halaman Kantor Bupati Sintang. <p style="text-align: justify;">Dari hasil pemantauan dan analisa yang diperoleh pada hari Selasa, 15 September 2015 hingga pukul 11.00 WIB, kualitas udara di Kota Sintang sudah mengandung bahan kimia yang membahayakan. <br /><br />Menanggapi hasil pemantauan dan analisa dari Badan Lingkungan Hidup tersebut,  serta memperhatikan surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi Kalimantan Barat Nomor: 050/1289/DIKBUD/12/02 tanggal 14 September 2015 Perihal Himbauan Meliburkan Peserta Didik dan mencermati masih berlanjut serta semakin berbahayanya kondisi asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Sintang sesuai dengan analisis cuaca dari beberapa instansi terkait. <br /><br />Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Ir. Zulkarnaen, M. Si memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, BPBD, Badan Meteorologi dan Geofisika  dan instansi yang terkait untuk menggelar rapat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang. <br /><br />Rapat tersebut menghasilkan keputusan guna mencegah akibat kondisi asap yang semakin berbahaya bagi kesehatan khususnya bagi peserta didik di PAUD, TK, SD, SMP/sederajat dan SMA/sederajat, maka diambil kebijakan untuk memperpanjang libur sekolah di Kabupaten Sintang.<br /><br />“adapun libur sekolah dimulai pada hari Rabu tanggal 16 September 2015 sampai dengan hari Sabtu tanggal 19 September 2015. Kebijakan libur tersebut tentunya tidak disertai dengan meliburkan juga Guru maupun Tenaga Kependidikan lainnya, karena yang bersangkutan adalah Aparatur Sipil Negara yang memiliki kewajiban sesuai aturan yang berlaku” pinta Zulkarnaen.  <br /> <br />“apabila dampak asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Kabupaten Sintang terus berlanjut, maka akan diambil langkah-langkah pencegahan dan antisipasi selanjutnya. Dengan adanya libur karena asap ini, saya minta orangtua untuk mengingatkan anaknya untuk membatasi mereka bermain di luar rumah. Jangan sampai libur sekolah karena asap sudah tidak baik bagi kesehatan, tetapi anak-anak malah bermainnya di luar rumah.  suruh saja mereka belajar di rumah saja” pinta Zulkarnaen.<br /><br />Sementara Rochman, ST Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang merilis hasil uji sampel udara di Kota Sintang. <br /><br />“Hasil Uji Laboratorium Badan Lingkungan Hidup terhadap kualitas udara di Kota Sintang pada 15 September 2015, udara di Kota Sintang mengandung bahan kimia seperti Sulfur dioksida  (SO2) dengan memiliki kadar 755 Newton Meter/kubik, Karbon Monoksida (CO) dengan kadar 7. 524 Newton Meter/kubik, Nitrogen Dioksida (NO2) dengan kadar 63 Newton Meter/kubik, Ozon (O3) dengan kadar 220 Newton Meter/kubik, dan Partikulat (debu) 597 Newton Meter/kubik” jelas Rochman, ST. <br /><br />Sulfur dioksida (SO2) adalah senyawa gas atau cairan yang tidak berwarna, dengan bau yang menyengat dan mencekik leher. SO2 melarut dengan mudah di air dan membentuk sulfuric acid. SO2 juga berkontribusi pada kerusakan bangunan, dan cat, termasuk monumen dan patung.<br /><br />Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu senyawa yang tidak berbau dan tidak berwarna menyebabkan senyawa ini mudah terhirup manusia. Akibatnya dapat menghambat pasokan oksigen untuk tubuh. Jantung dan otak merupakan organ yang butuh oksigen dalam jumlah yang cukup. <br /><br />Karbon monoksida (CO) dapat mengganggu fungsi saraf, fungsi jantung.  Seseorang yang mengalami keracunan CO dengan kadar tinggi dapat tidak sadarkan diri, lemas, mual, pusing, dan juga sesak napas. Lebih dari itu dapat mengalami kematian.<br /><br />Nitrogen dioksida (NO2) berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam. Penelitian terhadap hewan percobaan yang dipajankan NO dengan dosis yang sangat tinggi, memperlihatkan gejala kelumpuhan sistim syarat dan kekejangan. <br /><br />Penelitian lain menunjukkan bahwa tikus yang dipajan NO sampai 2500 ppm akan hilang kesadarannya setelah 6-7 menit, tetapi jika kemudian diberi udara segar akan sembuh kembali setelah 4–6 menit. Tetapi jika pemajanan NO pada kadar tersebut berlangsung selama 12 menit, pengaruhnya tidak dapat dihilangkan kembali, dan semua tikus yang diuji akan mati. NO2 bersifat racun terutama terhadap paru. <br /><br />Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru. Pemajanan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan dalam bernafas.<br /><br />Ozon (O3) dalam konsentrasi sekitar 24.5-36 ppm dapat meracuni berbagai macam binatang, seperti kucing, kelinci, dan marmot. Dilaporkan juga bahwa ozon dapat meracuni manusia bahkan bisa sampai membawa pada kematian apabila kita menghirup ozon dengan konsentrasi 50 ppm selama kurang lebih 1 jam.<br /><br />Ozon adalah gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap dan dapat merusak paru-paru. Sebaliknya, lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di Bumi karena ia melindunginya dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker.  <br /><br />Ozon tertumpu di bawah stratosfer di antara 15 dan 30 km di atas permukaan bumi yang dikenal sebagai ‘lapisan ozon’ Partikulat (debu)  dikenal juga sebagai partikel halus yang tersuspensi dalam gas atau cair. Partikulat adalah bentuk polusi udara. <br /><br />Partikel udara lebih kecil dari 10 sampai partikulat mikrometer. Partikulat terdiri dari partikel komposisi ukuran, asal dan kimia yang berbeda.<br /><br />Peningkatan kadar partikel halus di udara terkait dengan bahaya kesehatan seperti penyakit jantung , fungsi paru-paru dan kanker paru-paru. Dampak yang ditimbulkan biasanya bersifat akut pada saluran pernafasan bagian bawah seperti pneumonia dan bronchitis baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa.<br /><br />Salah satu partikulat yang penting dapat menyebabkan ISPA adalah mist asam sulfat (H2SO4). Zat ini dapat mengiritasi membran mukosa saluran pernafasan dan menimbulkan bronco konstriksi karena sifatnya yang iritan. <br /><br />Hal ini dapat merusak terhadap saluran pertahanan pernafasan (bulu hidung, silia, selaput lendir) sehingga dengan rusaknya pertahanan pernafasan ini kuman dengan mudah dapat masuk kedalam tubuh dan menimbulkan penyakit infeksi saluran nafas akut.(Humas)</p>