Asik Nyabu, Tiga Wanita dan Satu Pria Diciduk Polisi

oleh

Ating, Magdalena, Lidwina Iin dan Nanang terbilang nekat. Mungkin sudah “kebelet”, pagi-pagi pun mereka sudah menghirup barang haram, yakni sabu-sabu. Aksi mereka rupanya sudah tercium polisi. Buntutnya sudah dapat ditebak, keempatnya diciduk polisi saat sedang “tinggi”. Hukuman pun sudah menanti mereka. <p style="text-align: justify;">Selasa (22/9) pagi  sekitar pukul 10.00 WIB, polisi dari Satuan Reserse Narkotika Polres Sekadau menggerebek sebuah rumah di Gang Brata, jalan Merdeka Barat. Saat digerebek, polisi mendapati tiga orang yakni Nanang, Iin dan Magdalena sedang asik menghirup sabu.<br /><br />Sementara, Ating sang pemilik rumah yang sudah selesai “makai” sempat berusaha kabur lewat jendela serba membuang barang bukti sabu yang disimpan dalam bungkus rokok. Namun, usaha Ating menghindari polisi sia-sia. Ia sudah ditunggu polisi diluar rumah.<br /><br />Keempat pengguna yang dua diantaranya ibu rumah tangga ini tak kuasa melawan saat digelandang ke Mapolres Sekadau. Bersama mereka,polisi menyita barang bukti berupa 10 paket kecil sabu-sabu, satu unit timbangan, 3 bong sabu, korek api, dan plastik klip.<br /><br />Kasat Restik Polres Sekadau, AKP Pipin Silaen mengatakan, pihaknya sudah sejak lama menerima informasi tentang aktivitas pesta sabu di rumah yang digerebek. Namun, para pelaku cukup licin sampai akhirnya diringkus kemarin.<br /><br />“Informasi dari masyarakat sangat diperlukan. Jangan takut memberi informasi tentang penyalahgunaan narkoba,” kata Silaen, (22/9).<br /><br />Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Nanang, Magdalena dan Iin disangka dengan pasal 127 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. Sementara, Ating si pemilik rumah yang diduga bertindak sebagai bandar dikenakan pasal 114 juncto 112 KUHP. Ia diancam dengan kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.<br /><br />“Pemilik rumah (Ating) diduga sebagai bandar. Jadi ancaman hukumannya beda dengan tiga pelaku lain,” jelas Silaen.<br /><br />Polisi saat ini masih memburu salah satu kawanan dari keempat pelaku yang masih buron. (KN)</p>