Askiman: Perawat Harus Mampu Bertanggungjawab Terhadap Tugas

oleh

SINTANG – Wakil Bupati Sintang, Askiman menghadiri Hari Ulang Tahun Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ke-44 Kabupaten Sintang Tahun 2018 di Stadion Baning Sintang Kamis pagi (15/3/18).

Kegiatan tersebut turut di hadiri Dewan Pengurus PPNI Provinsi Kalbar, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Ketua Dewan Pengurus Daerah PPNI Kabupaten Sintang, Perwakilan Organisasi profesi se-Kabupaten Sintang dan unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Askiman mengatakan pentingnya organisasi PPNI yang berdiri sejak 17 maret 1974 silam merupakan sebagai wadah tempat bersatunya berbagai organisasi keperawatan yang berorientasi kepada kebutuhan masyarakat melalui praktik keperawatan professional yang berazaskan kaidah organisasi profesi dan nilai-nilai profesi keperawatan.

“perawat merupakan salah satu SDM kesehatan yang notabennya sebagai ujung tombak pelaksanaan program pelayanan kesehatan ditambah lagi dengan sebagian besar jumlah SDM kesehatan adalah perawat” kata Askiman.

Sebagai abdi masyarakat yang selalu siap untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat, askiman meminta seorang perawat harus mampu bekerja secara professional dan bertangung jawab yakni bertanggung jawab terhadap individu,keluarga dan masyarakat, ungkapnya.

Selain itu jelas Askiman seorang perawat juga harus mampu bertanggung jawab terhadap tugas yang di embannya, bertanggung jawab terhadap sesama perawat dan profesi lainnya serta mampu bertanggung jawab secara hukum dan profesi keperawatan.

Askiman menilai begitu mulianya tujuan berdirinya organisasi PPNI ini, untuk itu dirinya juga meminta segenap pengurus dan anggota PPNI khususnya di kabupaten sintang yakni harus bisa memainkan peran dan fungsinya. “peran sebagai regulator dengan fungsi sertifikasi dan memfasilitasi registrasi serta lisensi, peran sebagai peñata kehidupan keprofesian dengan fungsi organisasi,pendidikan dan pelatihan, pelayanan keperawatan, hukum dan politik, pengembangan hubungan masyarakat dan kerja sama”jelas Askiman.

Lanjut Askiman pengurus dan anggota PPNI juga harus berperan sebagai fasilitator dalam merespon peningkatan kesejahteraan dengan fungsi fasilitas pengembangan karir dan sistem penghargaan, pemasaran dan pengembangan.
Askiman menambahkan, melalui momentum peringatan HUT PPNI ini, dirinya mengajak semua yang hadir dalam acara tersebut khusunya perawat untuk terus meningkatkan kemampuan diri dalam bekerja, memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

“Tingkatkan displin dalam bekerja, tingkatkan kerjasama yang baik dan jaga kekompakan baik lintas program, lintas sektoral maupun lintas profesi dan mari saling memperbaiki kesalahan atau kegagalan yang sudah terjadi dengan tekad dan semangat perubahan kearah yang lebih baik”tutup Askiman.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Daerah PPNI Kabupaten Sintang Bahrul Mazi mengatakan tema HUT PPNI ke-44 di Kabupaten Sintang tahun 2018 yakni “gerakan perawat dalam mendukung paktek keperawatan mandiri. “tema tersebut di ambil yakni untuk saat ini merupakan isu startegis terlebih dengan di berlakukanya setiap tenaga kesehatan itu punya surat tanda registrasi atau STR yang menyatakan yang bersangkutan itu diakui sebagai tenaga kesehatan di Indonesia”kata Bahrul. Selanjutnya jelas bahrul bahwa berkaitan dengan surat izin praktek perawat, dimana ini bisa dilaksanakan mandiri maupun kolaborasi ataupun di unit-unit pelayanan kesehatan.

Bahrul mengungkapkan yang menjadi tantang khusunnya di kabupaten sintang yakni di daerah-daerah yang untuk penyediaan tenaga kesehatan yang sangat terbatas dimana seorang perawat di daerah terpencil dimana tidak ada tenaga kesehatan lainnya seperti dokter atau bidan, sehingga perawat tersebut di tuntut harus bisa melakukan semua.

Untuk itu bahrul menambahkan tujuan kegiatan HUT PPNI ke-44 ini selain mempererat tali persatuan dan persaudaraan sesama anggota PPNI dan profesi lainnya , juga untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan anggotanya.

“Aada juga kegiatan bhakti sosial bagi masyaraka, event olahraga, kegiatan temu ilmiah”tambahnya. Namun secara umum, ungkap bahryul, tujuannya yakni untuk meningkatkan kontribusi dan partisipasi dalam mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan nasional dalam bentuk dukungan terhadap praktik keperawatan mandiri” pungkasnya. (Hum)