Ason Kritisi Kemitraan Perkebunan di Sanggau

oleh

Memilih tidak terlalu vokal selama dua tahun menjabat sebagai anggota komisi B DPRD Sanggau bagi Fransiskus Ason ini bukan berarti dirinya telah mengabaikan kepentingan masyarakat yang telah memilihnya. Selama dua tahun tersebut menurutnya dirinya banyak belajar tentang masalah perkebunan yang ada di wilayah ini. <p style="text-align: justify;">Menginjak tahun ketiga jabatnya di DPRD Sanggau, anggota dewan dari Partai Golkar ini mengaku siap mengkritisi kebijakan investasi perkebunan yang dianggap tidak sejalan dengan yang masyarakat inginkan. Dan siap mencuatkanya ke permukaan agar tidak semakin banyak masyarakat yang menjadi korban atas perkebunan yang sudah masuk.<br /><br />“Mulai tahun ini saya siap mengkritisi khususnya yang tidak sejalan dengan apa yang diinginkan masyarakat terkait dengan masuknya investasi perkebunan ini. Khususnya dalam hal  kemitraan antara perusahaan dengan masyarakat yang selama ini menjadi masalah yang paling banyak muncul dipermukaan,” katanya belum lama ini.<br /><br />Pria yang menjabat ketua DPD II Partai Golkar ini mengaku kemitraan yang diberlakukan sebagian perusahaan di Sanggau saat ini merugikan bagi masyarakat. Karena masyarakat hanya diberikan keuntungan sekitar 20 persen untuk masyarakat dan 80 persen untuk perusahaan, padahal itu merupakan pola kemitraan minimal yang boleh diberlakukan.<br /><br />“Kita akan suarakan ini karena masyarakat yang dirugikan, belum lagi masyarakat harus dibebani dengan kredit selama beberapa puluh tahun. Padahal masyarakat sudah menyerahkan lahan mereka untuk dijadikan kebun, ini yang menurut saya tidak adil sehingga pemerintah harus mengambil langkah agar perusahaan bisa memberlakukan pola kemitraan yang lebih menghargai masyarakat,” ungkapnya. <strong>(phs)<br /> </strong></p>