Asosiasi Kemaritiman Bangun Perguruan Tinggi Pelayaran

oleh

Asosiasi kemaritiman yang ada di Kotabaru, Kalimantan Selatan, seperti Indonesian National Shipowners Association (INSA) dan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), berencana membangun perguruan tinggi pelayaran di daerah itu. <p style="text-align: justify;">"Kotabaru memiliki daerah perairan cukup luas dan strategis, sangat berpotensi untuk dibangun sebuah perguruan tinggi khusus pelayaran," kata Komisi Legal Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Kotabaru Joyo Budi SH, di Kotabaru, Rabu (09/03/2011). <br /><br />Menurut dia, saat ini Kotabaru sangat kekurangan sumber daya manusia, khususnya di bidang kelautan, sementara Kotabaru memiliki luas wilayah laut cukup luas dan strategis untuk jalur perdagangan luar negeri, sehingga sangat diperlukan untuk mencetak SDM berkualitas di daerah sendiri. <br /><br />Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Cabang Kotabaru H Sutarto, pada peresmian kantor Sekretariat Bersama Indonesian National Shipowners Association (INSA) dan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kotabaru, meminta pemerintah dapat mempertimbangkan untuk membangun sarana pendidikan khusus pelayaran. <br /><br />"Hampir semua anak buah kapal (ABK) kapal-kapal yang beroperasi di pelabuhan Kotabaru adalah orang luar, tidak ada orang lokal, oleh sebab itu pemerintah daerah perlu mempertimbangkannya," ujarnya. <br /><br />Dia menjelaskan, Kotabaru memiliki banyak tenaga pengajar yang saat ini bekerja di perusahaan-perusahaan di Kotabaru, seperti perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tarjun, PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), PT Arutmin Indonesia (AI) dan perusahaan-perusahaan lain. <br /><br />"Soal tenaga pengajar, pemerintah tidak perlu khawatir, begitu juga pangsa pasar alumnusnya," ujarnya. <br /><br />Menurut dia, pangsa pasar alumnus pelayaran akan dapat diserap langsung oleh perusahaan pelayaran atau kapal-kapal yang beroperasi di wilayah Kotabaru. <br /><br />Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani menegaskan, jika asosiasi kemaaritiman itu benar-benar ingin membantu masyarakat, tidak perlu menunggu dibangun sekolah pelayaran. <br /><br />"Terima saja mereka apa adanya, baru setelah di dalam mereka dididik sesuai yang diinginkan perusahaan," paparnya. <br /><br />Bupati menegaskan, saat ini jumlah pencari kerja di Kotabaru cukup tinggi yakni, sekitar 7 ribu orang, dan para pencari kerja tersebut perlu langka nyata untuk menguranginya. (phs/Ant)<br /><br />"Oleh sebab itu jika perusahaan peduli, tolong mereka terima apa adaanya, lalu didik sesuai dengan yang diinginkan," katanya. <strong> (phs/Ant)</strong></p>