Aturan Dilanggar, Aparat Mandul

oleh
oleh

Anggota DPRD Sintang dari Komisi II, Franseda sangat berang dengan kondisi BBM yang ada di Kabupaten Sintang. Kekesalan tersebut, ditambah pasca peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu sore (11/09/2011) dimana pada lokasi kejadian ditemukan puluhan drum berisikan BBM. <p style="text-align: justify;">“Aturan soal BBM sudah jelas, seharusnya aparat kepolisian tegas untuk mengambil tindakan,” tegas Franseda pada kalimantan-news.com, Kamis (15/09/2011).<br /><br />Dirinya menambahkan, persoalan menjual BBM eceran yang umum dilakukan masyarakat Sintang sah-sah saja dilakukan, akan tetapi jangan sampai dilakukan penimbunan dalam skala besar seperti yang ditemukan saat peristiwa kebakaran tersebut.<br /><br />“Bukan kita tidak menghargai masyarakat yang berbisnis minyak, tapi tolonglah dihargai jangan sampai melakukan penimbunan seperti itu,” katanya lagi.<br /><br />Dirinya menilai dengan ditemukannya masyarakat yang melakukan penimbunan jelas menunjukkan kurang tegasnya dari sejumlah pihak terkait, khususnya aparat kepolisian.<br /><br />“Sampai adanya penimbunan, itu jelas menunjukkan aparat tidak berfungsi sama sekali. Kalau Polres Sintang tidak mampu untuk mengatasinya, ya kita minta Polda saja yang turun tangan,” tegasnya.<br /><br />Franseda dalam hal ini sangat menyayangkan kinerja pihak Kepolisian yang tidak melakukan tindakan terhadap para penimbun BBM.<br /><br />“Tak mungkin aparat tidak mengetahui adanya tempat-tempat penimbunan BBM. Ada apa ini? Sepertinya mandul,”tanya Franseda.<br /><br />Apalagi, lanjutnya harga BBM yang dijual pada tingkat eceran sudah menyalahi harga yang disepakati sesuai edaran Bupati. Selain itu takaran yang dijual tidak sesuai.<br /><br />“Sudahlah takarannya kurang, harganyapun tidak sesuai dengan surat edaran Bupati,” pungkasnya.<strong> (*)</strong></p>