Awang Ishak : Warga Gunung Roban Jangan Khawatir

oleh

Wali Kota Singkawang, Awang Ishak meminta masyarakat di sekitar Gunung Roban untuk tidak khawatir dengan pembangunan bak air di gunung itu, khususnya warga Kecamatan Singkawang Tengah. <p style="text-align: justify;">"Itu bukan waduk, tapi bak air. Dan sudah kita kaji semua," katanya di Singkawang, Jumat.<br /><br />Menurutnya, untuk membangunnya pun tidak sembarangan. "Pakai tiang pancang, pakai turap, dan nanti ada terasnya, jadi bangunnya pasti aman sehingga masyarakat jangan khawatirlah," pintanya.<br /><br />Menurutnya pula, pembangunan bak air itu memang perlu di bukit gunung. "Di Kanada saja yang sudah lama dibangun dan lebih besar dari Singkawang, sampai sekarang tidak pernah roboh," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Ngan Ci Min, warga Jl Gunung Roban, RT 57 RW 12, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, menolak pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) 150 liter per detik oleh Pemkot Singkawang.<br /><br />"Saya minta kepada Pemkot Singkawang, sebaiknya mencari lahan lain untuk membangun waduk. Carilah lahan yang jauh dari pemukiman warga," pintanya.<br /><br />Menurutnya, warga sekitar sangat takut, jika bangunan waduk itu sewaktu-waktu roboh. "Jangan sampai kami yang tinggal di sekitar waduk yang menjadi korban," katanya.<br /><br />Apalagi waduk tersebut rencananya akan dibangun di bukit Gunung Roban. "Bisa mati konyol nanti kami kalau terjadi longsor," tuturnya.<br /><br />Menurutnya, kaki Gunung Roban kini sudah retak. Kalau di tambah lagi dengan beban yang berat (waduk), dia menjamin akan terjadi longsor.<br /><br />"Setahu saya, kalau mau membangun waduk itu harus jauh dari pemukiman warga. Di sini bukan sikit-sikit warga," jelasnya.<br /><br />Dia mengakui, memang sebelumnya Pemkot Singkawang menggelar sosialisasi kepada masyarakat setempat. "Hanya saja, dalam sosialisasi itu kami tolak, dan bahkan sebelum rapat selesai kami sudah bubar," katanya.<br /><br />Sementara Ketua RT 57 RW 12, Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Marsianus Kodim menambahkan, pada prinsipnya warga sangat mendukung pembangunan di Kota Singkawang.<br /><br />Tapi disisi lain, Pemkot juga harus mendengarkan apa yang menjadi keluhan, dan ketakutan warga.<br /><br />Sebenarnya, kata dia, kaki Gunung Roban saat ini sudah retak. Dikhawatirkan, sewaktu-waktu akan terjadi longsor.<br /><br />"Kalau masih dipaksakan untuk dibangun waduk dengan kecepatan air sekian detik, sudah barang tentu akan menjadi bom waktu bagi warga," katanya.<br /><br />Lantaran warga sangat khawatir, jika pembangunan waduk IPA 150 liter per detik itu bakal mengancam tempat tinggal dan mata pencaharian mereka. Apalagi, katanya, jarak antara bendungan hanya lebih kurang 150 meter dari pemukiman warga, sementara kondisi kaki gunung roban saat ini sudah retak.<br /><br />"Kalau boleh kami sarankan, sebaiknya Pemerintah Kota Singkawang mencari lokasi yang strategis dan jauh dari pemukiman warga," sarannya. (das/ant)</p>