Badan Perbatasan Pesimistis Usulan Anggaran Ke Pusat

oleh

Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Kerja sama Provinsi Kalbar, MH Munsin mengaku pesimistis dalam pengajuan anggaran pembangunan ke pemerintah pusat. <p style="text-align: justify;">"Sampai sekarang tidak pernah direalisasikan. Padahal setiap tahun selalu diminta mengusulkan," kata Munsin di Pontianak, Minggu.<br /><br />Ia melanjutkan, saat ini ia tidak berharap banyak. "Kalau disetujui syukur, kalau tidak ya sudah," ucapnya.<br /><br />Ia menambahkan, di dalam usulan tersebut, ia mengajukan misalnya untuk pembangunan jalan paralel perbatasan.<br /><br />Namun usulan tersebut akhirnya terbentur oleh masalah klasik yang terjadi sejak dulu.<br /><br />"Intinya, masalah kewenangan. Ini yang menjadi dasar masalah pembangunan di perbatasan," katanya, menegaskan.<br /><br />Ia mencontohkan untuk pembangunan jalan paralel, menjadi kewenangan lintas kementerian.<br /><br />"Mulai masalah infrastrukturnya, pembebasan kawasan, serta kebijakannya," ujar MH Munsin.<br /><br />Masalah semakin pelik ketika urusan pembangunan berhadapan dengan keinginan masyarakat yang ingin ada hasil nyata.<br /><br />"Pemerintah daerah yang kesulitan karena kondisi itu. Seolah-olah tidak membangun, padahal ini masalah kewenangan," tuturnya.<br /><br />Pemprov-pun serba salah karena kalau melanggar kewenangan akan berurusan dengan penegak hukum.<br /><br />Salah satu yang terlihat adalah muncul demo masyarakat di perbatasan Entikong. Pemicunya karena masyarakat melihat pemerintah Malaysia serius sementara Indonesia sebaliknya.<br /><br />Pihak Malaysia dan Indonesia sudah sepakat sejak beberapa tahun lalu untuk masing-masing membangun pelabuhan darat di perbatasan.<br /><br />Ketika di Tebedu (Sarawak) sudah dibangun, di Entikong tidak. Padahal, rencana kerja pelabuhan darat itu sudah di tingkat pemerintah kedua negara.<br /><br />"’Goodwill’ pemerintah pusat yang perlu diperkuat dalam kaitan pembangunan kawasan perbatasan," katanya, menegaskan. <strong>(das/ant)</strong></p>