Bahas Tentang Insiatif Pembentukan Perda, DPRD Bengkayang Kunker ke DPRD Melawi

oleh

Anggota DPRD Kabupaten Bengkayang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Melawi. Kunjungan kali ini bertujuan meminta masukan kepada Anggota DPRD Melawi, terkait insiatif pembentukan peraturan daerah (Perda) yang akan dibuat oleh DPRD Kabupaten Bengkayang. <p style="text-align: justify;">Inisiatif Perda yang akan dibuat oleh DPRD Bengkayang terkait pembentukan Perda Perdagangan Perempuan dan Anak, Perda Kebakaran dan Perda tentang Tenaga Kerja.<br /><br />Wakil Ketua Pembentukan Perda DPRD Bengkayang, Zulkifli mengatakan terkait Perdagangan Perempuan dan Anak menurutnya, secara geografis, Kabupaten Bengkayang berada diwilayah yang berdekatan dengan Malaysia. Kondisi tersebut menurutnya menjadi potensi terjadi tindakan-tindakan penjualan wanita dan anak yang berasal dari wilayah Kabupaten Bengkayang dengan berkedok memperkerjakan peremuan dan anak melalui jasa penyaluran tenaga kerja ke luar negeri.<br /><br />"Kita tidak mau ada perdagangan wanita dan perdagangan anak di Bengkayang. Karena memang wilayah kita bersebelahan dengan Malaysia dan ini sangat rawan sekali terjadi," katannya, Kamis (1/10).<br /><br />Saat ini menurut Zulkifli di Kabupaten Bengkayang jumlah masyarakat Bengkayang yang hijrah mencari kerja ke Malaysia angkanya cukup tinggi. Sementara pengawasan hukum pemerintah terhadap jasa pengirim tenaga kerja hingga saat ini masih belum ada.<br /><br />"Tentu dengan adanya Perda nanti perusahaan pengirim tenaga kerja tidak bisa sembarang. Dan Pemda juga akan melakukan pemeriksaan terhadap izin-izin perusahaan pengiriman, apakah benar-benar ada atau tidak," ungkapnya.<br /><br />Selama ini, dilanjutkannya banyak tenaga kerja dari Bengkayang yang belerja di Malaysia pada akhirnya dikembalikan pulang ke Indonesia karena ternyata dokumen yanh dimiliki ternyata tidak sah.<br /><br />"Ilegal semua. Mudah-mudahan dengan adanya Perda ini tidak ada lagi yang ilegal dan tenaga kerja kita bekerja di sana (Malaysia) bisa tenang dan tidak ada lagi mereka yang disana ternyata dipekerjakan di cafe-cafe," harapnya.<br /><br />Semantara untuk Perda Kebakaran, dikatakan Zulfadli, selama ini Pemda Bengkayang kesulita turun membantu bila terjadi kebakaran hutan dan lahan, karena tidak memiliki payung hukum yang jelas terkait penggangaran dana yang alan digunakan untuk melakukan pemadaman.<br /><br />"Anggaran khususnya belum ada. Memang selama ini jika ada kebakaran dari pohak Pemda dan yayasan selalu turun, tapi penggaran khususnya kita belum ada," jelasnya.<br /><br />Dan untuk masalah tenaga kerja, menurutnya jika memiliki Perda Tenaga Kerja, maka Pemda akan bisa menentukan upah minimum daerah yang bisa ditetapkan untuk para pekerja di Bengkayang.<br /><br />"Termasuk juga nanti untuk perlindungan kesehatan mereka dan keluarga mereka," jelasnya.<br /><br />Sementara Ketua DPRD Melawi, Abang Tanjudin menyambut senang kedatangan anggota DPRD Bengkayang. Tanjudin mengatakan, siap untuk membantu memberikan masukan terkait kebutuhan yang diinginkan oleh anggota DPRD Bengkayang.<br /><br />"Tentu saja kita akan membantu memberikan masukan yang dibutuhkan. Dengan kedatangan mereka ke sini juga tentu menjadi suatu kebanggan bagi DPRD Melawi," pungkasnya. (KN)</p>