Bahas THM Banjarmasin "Duduk Satu Meja"

oleh

Gubernur Kalimantan Selatan dan Wali Kota Banjarmasin disarankan "duduk satu meja" untuk membahas kemungkinan penutupan sementara Tempat Hiburan Malam di ibukota provinsi tersebut. <p style="text-align: justify;">Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Riswandi yang juga dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyarankan hal itu terkait imbauan gubernur provinsi setempat yang kurang mendapat respon Wali Kota Banjarmasin, demikian dilaporkan, Jumat.<br /><br />Sebelumnya Gubernur Kalselm H Rudy Ariffin yang juga Ketua Pelaksana Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Nasional Tahun 2011 mengimbau, Wali Kota Banjarmasin agar menutup THM selama kegiatan keagamaan itu berlangsung.<br /><br />Namun imbauan orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut kurang mendapat respon Wali Kota Banjarmasin, H Muhidin, kecuali atas permohonan tertulis dari Gubernur Kalsel dan atau Panitia Pelaksana STQ Nasional 2011.<br /><br />Bahkan orang nomor satu di jajaran pemerintah kota (Pemkot) Banjarmasin tersebut belakangan menyatakan, tak akan menutup THM selama STQ Nasional 2011 berlangsung di ibukota Kalsel yang mendapat julukan kota seribu sungai tersebut.<br /><br />Wakil Ketua DPRD Kalsel dari PKS itu menyayangkan sikap Wali Kota Banjarmasin yang terkesan tak mengerti aspirasi yang tumbuh dan berkembangan dari masyarakat muslim, sebagaimana imbauan Gubernur Rudy Ariffin.<br /><br />Menurut dia, imbauan gubernur tersebut sebagai salah wujud tindak lanjut aspirasi masyarakat muslim banua (Kalsel), yang menyuguhi tamu dengan suasana dan nuansa yang lebih Islami terhadap duta-duta STQ dari berbagai provinsi se Indonesia.<br /><br />"Kita berharap, jangan sampai pencitraan masyarakat Kalsel yang cukup religius dan mayoritas masyarakat muslim, ternoda oleh THM," ujar anggota DPRD dua periode tingkat provinsi tersebut.<br /><br />Karenanya, mungkin akan lebih baik pula kalau duduk satu meja antara Gubernur Kalsel dan Wali Kota Banjarmasin untuk membahas penutupan sementara THM tersebut juga bersama pemilik atau pengelola THM itu sendiri.<br /><br />"Sebab tanpa duduk bersama satu meja, mungkin sulit mencari solusi usul penutupan THM selama STQ Nasional," tutur fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat PKS untuk koordinator wilayah Kalsel dan Kalteng itu.<br /><br />"Dengan duduk satu meja antara Gubernur, Wali Kota dan pemilik/pengelola THM, maka diharapkan penutupan THM selama STQ Nasional itu bisa berjalan dan tak ada pihak yang saling menyalahkan," demikian Riswandi.<br /><br />STQ Nasional 2011 yang berlangsung di kota seribu sungai atau "Bumi Perjuanga Pangeran Antasari" Kalsel itu mulai 4 Juni selama sepekan, dengan panggung utama di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>