Balai POM Musnahkan Dua Truk Makanan Ringan

oleh
oleh

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Banjarmasin akan memusnahkan dua truk makanan ringan jenis ciki-cikian bermerek Ajisan yang diketahui mengandung bahan berbahaya, yaitu boraks. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut terungkap saat dialog antara Kepala Balai POM Banjarmasin Dewi Prawitasari dengan Wali kota Banjarmasin Haji Muhidin di Balaikota Banjarmasin, Selasa.<br /><br />Menurut Kepala Balai POM yang didampingi stafnya, makanan berkemasan plastik yang disukai anak-anak tersebut merupakan produk dari sebuah industri yang berada di Kota Cianjur, Jawa Barat.<br /><br />"Kita berusaha menutup pintu peredaran makanan tersebut di Banjarmasin agar tidak terlalu meluas mengingat kandungan makanan itu yang cukup berbahaya," katanya.<br /><br />Menurut dia, makanan tersebut memang sudah beredar sekitar satu tahun di Banjarmasin dan hasil yang sampling mengandung boraks bukan saja terdapat di Banjarmasin tetapi juga di kabupaten lain di Kalsel.<br /><br />Dalam pemusnahan yang akan berlangsung di Kilometer 11 Banjarmasin pada hari Rabu (8/8) tersebut, pihak Balai POM mengundang berbagai pihak untuk menyaksikannnya, selain dari Disperindag juga Dinas Kesehatan baik kota maupun provinsi serta dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonseia.<br /><br />Ia berharap dengan adanya pemusnahan tersebut akan memberikan banyak pelajaran bagi pihak lain, terutama produsen makanan dan minuman yang banyak beredar di masyarakat.<br /><br />Dia menyatakan, boraks merupakan bahan berbahaya bila dikonsumssi secara rutin. Selain mengganggu saluran pencernaan dan saluran pernapasan juga mengurangi tingkat kecerdasan anak.<br /><br />Dampak lain adalah jenis bahan kimia ini bisa menimbulkan penyakit kanker dan gangguan kesehatan lainnya.<br /><br />Perihal makanan mengandung bahan berbahaya tersebut, dia mengakui perlu diwaspadai karena berdasarkan hasil sampling Balai POM selama tiga kali kegiatan menemukan banyak makanan yang mengandung zat berbahaya seperti pewarna, pemanis buatan, pengawet seperti formalin dan boraks.<br /><br />Apalagi di kota ini sedikitnya terdapat 391 industri makanan dan minuman skala kecil yang memerlukan pembinaan dan pengawasan dan mereka juga memerlukan penyuluhan, demikian Dewi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>