Home / Tak Berkategori

Balangan Kembangkan Batik Sasirangan Khas Setempat

- Jurnalis

Selasa, 31 Januari 2012 - 04:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan, memprioritaskan pengembangan potensi kain batik sasirangan khas Balangan agar kain tersebut lebih populer dan menjadi mata dagangan setempat. <p style="text-align: justify;">"Balangan memiliki kain batik sasirangan yang berbeda dengan daerah lain di Kalsel sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan secara profesional," ujarnya di Paringin, ibu kota Balangan, Selasa.<br /><br />Keberadaan kain batik sasirangan khas Balangan itu diketahui dari hasil kegiatan identifikasi kegiatan Usaha Keci dan Menengah (UKM) yang telah dilakukan sepanjang 2011 lalu.<br /><br />Identifikasi itu sendiri dilakukan oleh pemerintah daerah setempat sebagai data awal untuk melakukan pengembangan dan pembinaan terhadap pelaku UKM.<br /><br />Ia mengatakan, pengrajin kain batik sasirangan khas Balangan teridentifikasi ada di Kecamatan Lampihong.<br /><br />"Saat dilakukan identifikasi, jumlahnya masih sangat sedikit baik dari segi hasil produk maupun pengrajinnya," katanya.<br /><br />Selain itu, teknik pembuatannyapun masih sangat tradisional sehingga hasil produk masih sederhana dan tidak akan dapat bersaing dengan sasirangan produksi daerah lain di Kalsel.<br /><br />Sasirangan sendiri adalah kain batik khas dari Kalsel yang di buat dengan sistem celup dimana dulunya hanya dipakai oleh kaum bangsawan dari Kerajaan Banjar.<br /><br />Saat ini, kain batik sasirangan sudah banyak di produksi dan diperjual belikan. Pusat kerajinan kain batik sasirangan, berada di Kabupaten Banjar.<br /><br />Ia menambahkan, dari hasil identifikasi yang telah dilakukan dapat di buat penggolongan jenis-jenis potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.<br /><br />"Penggolongan jenis potensi ekonomi penting untuk memudahkan upaya pembinaan dan pengembangan yang akan dilakukan," tambahnya.<br /><br />Langkah awal yang dilakukan untuk mengembangkan potensi kain batik sasirangan khas Balangan adalah dengan mengenalkannya kepada masyarakat luas.<br /><br />Kemudian kepada para pengrajin diberikan dorongan dan perubahan pola pikir agar tidak memandang pembuatan batik sasirangan hanya sebagai pengisi waktu luang tetapi memiliki potensi ekonomi yang besar.<br /><br />Selanjutnya, akan dilakukan penguatan modal usaha dan mencari kemitraan dengan swasta serta peluang pemasaran, demikian Rudiansyah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan
Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025
Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H
Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:44 WIB

Bupati Sintang Tegaskan Keberagaman Adalah Anugerah, Ajak Jaga Keamanan

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:07 WIB

Khairul Tekankan Perencanaan Terarah, Lima OPD Raih Nilai Kinerja Istimewa di Akhir 2025

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:20 WIB

Kapolres Barito Utara Ajak Masyarakat Tingkatkan Keimanan dan Pererat Ukhuwah Sambut Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB