Balangan Optimalsisasi Kebun Kelapa

oleh

Pemerintah daerah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, 2011 ini, melakukan upaya optimalisasi perkebunan, khususnya untuk tanaman kelapa, ujar Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat A Effendi. <p style="text-align: justify;">"Hal tersebut sesuai dengan visi misi kabupaten dalam upaya peningkatan ekonomi kerakyatan," ujarnya di Paringin, ibu kota Balangan, Senin. <br /><br />Untuk mendukung upaya tersebut, Januari lalu telah dibagikan 3.000 bibit kelapa salak atau kelapa ganjah kepada masyarakat di delapan kecamatan yang ada. <br /><br />Bibit kelapa salak yang diberikan merupakan bantuan dari perusahaan pertambangan batu bara nasional, PT Adaro Indonesia yang beroperasi di wilayah tersebut. <br /><br />Ia mengatakan, jumlah bibit kelapa salak diberikan bervariasi, tergantung dari tingkat potensi daerah masing-masing per kecamatan. <br /><br />"Untuk Kecamatan Juai, Halong, Paringin dan Paringin Selatan masing-masing dialokasikan 400 batang sedangkan kecamatan Batumandi, Awayan, Tebing Tinggi dan Lampihong masing-masing dialokasikan 100 batang," katanya. <br /><br />Ia menambahkan, meskipun perkebunan kelapa merupakan komoditas unggulan kedua setelah karet, namun usaha tersebut diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat bila ditekuni dengan serius dan profesional. <br /><br />"Kelapa salak memiliki masa produksi lebih pendek dibandingkan kelapa biasa. Dalam jangka waktu 3-4 tahun sudah menghasilkan buah dengan jumlah mencapai 60 biji per batang," tambahnya. <br /><br />Penanaman bibit kelapa salak yang dibagikan itu sendiri tidak mesti di lokasi kebun khusus tetapi bisa di halaman maupun di belakang rumah. <br /><br />Pemberian bibit tersebut merupakan tahap pertama dan di 2011 ini juga akan ada lagi pembagian tahap selanjutnya sehingga ke depannya komoditas tersebut dapat menjadi alternatif usaha perkebunan lain bila harga karet sedang anjlok.<strong> (phs/Ant)</strong></p>