Baleg Putuskan Pembahasan Penyusunan Draft RUU Perubahan UU Pilpres Dihentikan

oleh

Rapat Pleno Badan Legislasi DPR RI (Baleg), Kamis (3/10), memutuskan pembahasan penyusunan draft RUU Perubahan UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (RUU Pilpres) dihentikan. <p style="text-align: justify;">Baleg juga memutuskan RUU Perubahan RUU Pilpres tersebut dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).<br /><br />"Musyawarah mufakat secara matematis adalah keputusan bahwa pembahasan terhadap penyusunan draft RUU Perubahan tentang RUU Pilpres,  kita nyatakan dihentikan," kata Ketua Baleg, Ignatius Mulyono, di Gedung DPR RI, Jakarta. <br /><br />Mulyono mengatakan pihaknya akan segera melaporkan kepada sidang paripurna bahwa RUU tersebut dihentikan. Selain itu laporan juga ditujukan kepada Menkumham, Amir Syamsuddin sebagai perwakilan pemerintah.<br /><br />Rapat Pleno tersebut, diwarnai   aksi walk out dari  Anggota Baleg, Ahmad Yani (F-PP)  dan Djamal Aziz  (F-Hanura). Mereka menganggap rapat tidak konstitusional.<br />"Ini saya yakin, tidak dapat memenuhi harapan lagi, ini kepentingan partai besar," kata Djamal.<br /><br />Sebagaimana diketahui, pada rapat pleno Baleg sebelumnya, Rabu (25/9), lima fraksi antara lain  F-PD, F-PG, F-PDIP, F-PKB, dan F-PAN  menyatakan  menolak  pembahasan penyusunan draft RUU perubahan UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pilpres.<br /><br />Sedangkan,  FPKS, FPPP, F-Hanura dan F-Gerindra memutuskan tetap dilanjutkan pembahasan penyusunan draft RUU Perubahan  UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pilpres. <strong>(das/sc/parle)</strong></p>