Balitbang HAM Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Anak/Perempuan

oleh

Badan Penelitian dan Pengembangan Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan HAM RI menyosialisasikan hasil penelitian pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan. <p style="text-align: justify;">"Sosialisasi ini penting karena tujuannya mencegah anak maupun perempuan terhindar dari kekerasan seperti yang sekarang sering terjadi di berbagai daerah," ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Nasrun Syah di Martapura, Kamis.<br /><br />Dikatakan, sekarang banyak kasus-kasus kekerasan baru terhadap anak dan perempuan sehingga sangat diperlukan kewaspadaan tinggi untuk melindungi anak dan perempuan.<br /><br />Dijelaskan melalui sosialisasi yang diikuti puluhan PNS di lingkup Pemkab Banjar diharapkan bisa diketahui apa dan bagaimana perlakuan yang masuk dalam kategori kekerasan.<br /><br />"Sosialisasi diharapkan memberikan pemahamanan dan informasi bahwa setiap anak korban eksploitasi seksual berhak mendapat perlindungan hukum dan hak asasi manusa," ungkapnya.<br /><br />Disisi lain, lebih meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta kesadaran aparatur pemerintah dan masyarakat terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak.<br /><br />"Anak-anak sangat rentan dan rawan menjadi korban kekerasan dan kondisi tersebut bisa dicegah melalui pengetahuan tentang kekerasan yang harus dihindari," ujarnya.<br /><br />Kepala Balitbang HAM RI Ambek Paramarta mengatakan, sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman terkait perlindungan hukum dan HAM terhadap anak korban eksploitasi seks.<br /><br />"Sosialisasi bertujuan mewujudkan Kalsel khususnya Kabupaten Banjar yang menghormati, memenuhi dan melindungi HAM baik anak maupun perempuan," katanya.<br /><br />Dikatakan, guna mencegah terjadi kekerasan terhadap anak maupun perempuan diperlukan sinergitas antar instansi pemerintah dan dukungan seluruh komponen masyarakat.<br /><br />"Kerja sama dan sinergitas antara instansi pemerintah harus didukung masyarakat sehingga bisa mencegah kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan," katanya. (das/ant)</p>