Bandara Tebelian Akan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Dan Pariwisata

oleh
oleh

Kehadiran Bandar Udara Tebelian (BUT) bisa mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi serta menghidupkan pariwisata di Kabupaten Sintang dan sekitarnya seperti Melawi dan Sekadau. BUT sebagai prasarana dalam penyelenggaraan penerbangan merupakan tempat pelayanan jasa kebandarudaraan dalam menunjang kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi serta menggerakan pariwisata harus ditata secara terpadu guna mewujudkan penyediaan jasa kebandarudaraan sesuai dengan tingkat kebutuhannya <p>Akhir tahun 2015, BUT sudah akan dioperasikan. Pemerintah Kabupaten Sintang, Melawi dan Sekadau perlu mempersiapkan diri menyambut beroperasionalnya Bandara Tebelian seperti menata dan memoles tempat wisata, membangun infrastruktur jalan menuju lokasi wisata, mengundang dan mempermudah ijin pendirian hotel dan restoran, membuat agenda seni budaya skala besar dan sebagainya. Jangan sampai BUT dioperasikan, banyak sektor tidak siap.</p> <p>General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok (BIL)  Pujiono menyampaikan bahwa tingkat lalu lintas penumpang di bandaranya mengalami peningkatan setiap tahunnya. “penyebabnya kami mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat dan empat kabupaten yang ada di pulau lombok ini. Dukungan mereka dalam bentuk memoles dan mempromosikan tempat wisata, menjadi tuan rumah berbagai even nasional dan rutin melaksanakan even seni budaya. Infratstruktur dalam kota dan menuju lokasi wisata dibangun dengan baik, hotel dan restoran tersedia dengan kualitas baik” jelas Pujiono.</p> <p>Pemerintah Kabupaten Sintang memang pelan-pelan harus membenahi infrastruktur jalan dari bandara ke kota, jalan dalam kota, jalan menuju lokasi wisata, membuka peluang pembangunan hotel berbintang, membuka peluang usaha dalam bidang transportasi, rumah makan, kuliner khas Sintang, dan sebagainya.</p> <p>Jika perbaikan infratstruktur bisa dilakukan dan tingkat keterisian pesawat terus membaik, kemungkinan Bandar Udara Tebelian naik kelas dari bandara kecil menjadi bandara internasional sangat terbuka. Di sinilah pariwisata bisa menjadi pencetak uang di Kabupaten Sintang dan mampu membuka ribuan peluang usaha dan peluang kerja secara bersama-sama.  </p> <p>Banyak daerah bergantung banyak dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh pemerintah dan non-Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang non-lokal. Menurut Undang Undang Nomor  10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah.</p> <p>Kontribusi pariwisata terhadap pendapatan pemerintah dapat diuraikan menjadi dua, yakni: kontribusi langsung dan tidak langsung. Kontribusi langsung berasal dari pajak pendapatan yang dipungut dari para pekerja pariwisata dan pelaku bisnis pariwisata pada kawasan wisata yang diterima langsung oleh dinas pendapatan suatu destinasi. Sedangkan kontribusi tidak langsung pariwisata terhadap pendapatan pemerintah berasal dari pajak atau bea cukai barang-barang yang di import dan pajak yang dikenakan kepada wisatawan yang berkunjung.</p> <p>Pada beberapa daerah yang telah mengembangkan sektor pariwisata, terbukti bahwa sektor pariwisata secara nasional berkontribusi nyata terhadap penciptaan peluang kerja, penciptaan usaha-usaha terkait pariwisata seperti usaha akomodasi, restoran, klub, taxi, dan usaha kerajinan seni souvenir.</p> <p>Berkembangnya sektor pariwisata juga dapat mendorong pemerintah lokal untuk menyediakan infrastruktur yang lebih baik, penyediaan air bersih, listrik, telekomunikasi, transportasi umum dan fasilitas pendukung lainnya sebagai konsekuensi logis dan kesemuanya itu dapat meningkatkan kualitas hidup baik wisatawan dan juga masyarakat lokal itu sendiri sebagai tuan rumah. Sepakat membangun pariwisata berarti sepakat pula harus membangun yakni daya tarik wisata “attractions” khususnya daya tarik wisata yang diciptakan, sementara untuk daya tarik alamiah dan budaya hanya diperlukan penataan dan pengkemasan (RILIS HUMAS)</p> <p> </p> <p> </p>