Banggar DPRD Kalsel Beri Catatan APBD 2012

oleh

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Selatan memberikan beberapa catatan berupa saran dan imbauan, atau harapan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 provinsi tersebut. <p style="text-align: justify;">Beberapa catatan itu disampaikan pada rapat paripurna DPRD Kalsel, yang dipimpin wakil ketuanya H Riswandi, di Banjarmasin, Rabu malam, dengan agenda pengambilan keputusan dewan terhadap RAPBD provinsi tersebut menjadi APBD 2012.<br /><br />Dalam catatan yang disampaikan melalui juru bicaranya, H Husaini Aliman itu, Banggar DPRD Kalsel mengharapkan, pelaksanaan anggaran pendidikan, kesehatan dan infrastruktur 2012 dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsinya.<br /><br />Begitu pula anggaran pembangunan bidang ekonomi, khususnya terkait pertanian hendaknya juga dapat mendorong peningkatan produksi pertanian di Kalsel yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa.<br /><br />Selain itu, pengelolaan pelaksanaan APBD 2012 secara umum hendaknya lebih baik lagi serta sesuai ketentuan yang berlaku agar dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Kalsel bisa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).<br /><br />RAPBD Kalsel 2012 yang ditetapkan menjadi APBD itu terdiri pendapatan sebesar Rp2.966.943.628.560,00 dan belanja daerah Rp3.108.943.628.560,00.<br /><br />Untuk pendapatan pendapatan mengalami kenaikan 21% dibandingkan dengan APBD Murni 2011, yang hanya Rp2,451 triliun lebih dan belanja 2012 naik 20,50% dibandingkan dengan APBD Murni 2011, yang hanya Rp2.579.950.555.800,00.<br /><br />Kenaikan pendapatan 2012 itu, ditunjang dengan makin meningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) terutama dari sektor perpajakan, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).<br /><br />Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan dalam sambutannya, antara lain mengajak anggota dewan mengambil hikmah dari pembahasan RAPBD 2012, karena semua itu bertujuan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat Kalsel.<br /><br />"Kita berharap dengan APBR Kalsel yang terus meningkat, pembangunan pun juga berlanjut dan berjalan dengan lancar," tandas orang nomor dua di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel itu.<br /><br />Oleh sebab itu, semua saran dan harapan Banggar DPRD Kalsel akan menjadi perhatian eksekutif, demikian Rudy Resnawan.<br /><br />Dari catatan ANTARA Banjarmasin dalam 25 tahun terakhir atau seperempat abad berlalu, belum pernah DPRD Kalsel menggelar rapat paripurna pengesahan RAPBD, kecuali untuk RAPBD 2012 yang merupakan pertama kali. (phs/Ant)<br /><br />Tabalong Targetkan Produksi Padi 36.610 Ton Gkg<br /><br />Tanjung, 1/12 (ANTARA) – Kepala dinas tanaman pangan, peternakan dan perikanan Tabalong, Kalimantan Selatan, Saleh menargetkan produksi padi pada 2012 sekitar 36.510 ton gabah kering giling (GKG).<br /><br />Karena itu kawasan lumbung pangan di Bumi Saraba Kawa ini pun diperluas 5.230 hektare dengan produktivitas 4 ton per hektare.<br /><br />"Pembangunan sektor pertanian terus kita giatkan dan 2012 kita menargetkan produksi padi sebesar 36.610 ton gabah kering giling," jelas Saleh, Kamis di Tanjung, ibukota Tabalong.<br /><br />Dengan peningkatan usaha pertanian, diharapkan bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi 238 kelompok tani atau 7.140 orang yang tersebar di 12 kecamatan.<br /><br />Saleh mengungkapkan 2012 juga akan dilaksanakan pembuatan jalan usaha tani sepanjang 21 kilometer di empat kecamatan yang merupakan kawasan lumbung pangan.<br /><br />"Upaya perbaikan infrastruktur pertanian berupa pembuatan jalan usaha tani juga akan dilaksanakan pada tahun depan," tambahnya.<br /><br />Rencananya pembangunan jalan usaha tani didukung dana dari Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Rp7 miliar dan Distanakkan Tabalong Rp4,5 miliar.<br /><br />Selain itu Distanakkan Tabalong juga merencanakan pembangunan jaringan desa seluas 5.000 hektare serta perluasan areal sawah 5.230 hektare.<br /><br />Sebelumnya kabupaten yang berbatasan dengan Kalimantan Tengan dan Kalimantan Timur ini telah dua kali menerima penghargaan dari Presiden terkait pencapaian peningkatan produksi padi di atas 5 persen. <strong>(phs/Ant)</strong></p>