Bangunan Menjamur, Dewan : Harus Miliki IMB, Perlu Perda Sarang Burung Walet

oleh

Pesatnya perkembangan kota Sekadau dan kota Kecamatan tampak dari bangunan-bangunan baru bertumbuh pesat dari tahun ke tahun. <p style="text-align: justify;">Hampir di tujuh Kecamatan yang ada, bangunan seperti rumah tinggal, pertokoan, hingga tempat usaha semisal sarang burung walet mulai menjamur dan memadati wilayah pemukiman. <br /><br />Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Yodi Setiawan mengatakan, pendirian bangunan-bangunan baru mestinya dilengkapi dengan ijin mendirikan bangunan (IMB) yang diterbitkans Dinas Pekerjaam Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau. Dengan IMB, daerah akan memperoleh timbal balik berupa pendapatan asli daerah (PAD) dari jasa retribusi perijinan tersebut, termasuk retribusi sarang atau rumah burung wallet.<br /><br />“Saya lihat bangunan-bangunan baru mulai menjamur, seperti di kota Sungai Ayak Kecamatan Belitang Hilir. Disana mulai banyak dibangun sarang walet. Kita tidak tahu apakah ada IMB-nya atau tidak. Akan lebih baik kalau semua mengantongi IMB supaya ada pemasukan untuk daerah,” saran Yodi ditemui di ruang fraksi Gerindra DPRD Sekadau, (14/1/2015).<br /><br />Menurut Yodi, bangunan-bangunan baru ini mesti didata dan diverifikasi apakah sudah mengantongi IMB atau belum. Jika ditemukan masih banyak bangunan yang belum memiliki ijin, Yodi menyarankan agar instansi terkait mendata yang mendorong mereka untuk segera mengurusi perijinannya.<br /><br />Selain itu, Yodi mendorong SKPD terkait segera menerbitkan Peraturan Daerah yang mengatur tentang aturan perizinan dan sarang burung wallet.<br /><br />“Kan sayang kalau potensinya ada tapi tidak diupayakan. Kita berpikir bagaimana caranya membangun daerah supaya maju. IMB ini sudah ada ketentuannya, tolong instansi terkait perhatikan hal ini,” desak Yodi. (Mto/kn)</p>