Home / Tak Berkategori

Bangunan Pasar Parit Baru Rusak Sebelum Digunakan

- Jurnalis

Sabtu, 2 Juli 2011 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan Pasar Parit Baru yang terletak di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terlihat memprihatinkan karena sebagian besar kondisinya rusak berat meski baru dibangun belum dan belum digunakan. <p style="text-align: justify;">"Pasar yang belum ditempati para pedagang sejak sengketa muncul setahun lalu dalam keadaan rusak parah, terutama bagian dek dan pintu (rolling door)," kata Sofian, salah seorang warga yang tinggal dekat dengan lokasi pasar tersebut, Jumat.<br /><br />Menurut dia, kerusakan pasar tersebut terutama dibagian dek dan banyak kelihatan bolong. Sementara bagian rolling door juga sebagian banyak tidak utuh.<br /><br />"Ini hanya ulah tangan jahil saja. Maklum, Pasar Tradisional Parit Baru, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya pasca pembongkaran tidak dijaga," katanya.<br /><br />Pasar Tradisional Parit Baru merupakan salah satu proyek pemerintah yang diperuntukan bagi pedagang di sekitar pasar. Proyek pasar itu sudah dianggarkan sejak setahun kemarin.<br /><br />Kemudian dalam perjalanannya ternyata berjalan alot dan lancar. Setelah pasar berdiri, muncul polemik antara Pemkab dan pihak pengklaim atau ahli waris, Sahidin.<br /><br />Bahkan sebelumnya nyaris terjadi bentrok antara Polisi Pamong Praja dengan pengacara keluarga pengklaim bangunan pasar tradisional Parit Baru.<br /><br />Di atas lahan tersebut, keluarga pengklaim telah mendirikan bangunan sebelumnya, dan pihak keluarga menuntut ganti rugi atas lahan tersebut.<br /><br />Kasus tersebut sudah sampai ke tingkat pengadilan di Mempawah yang memenangkan Pemkab Kubu Raya.<br /><br />Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kubu Raya, Sutoyo mengatakan terhadap kerusakan bangunan pasar tersebut tengah dirancang untuk dilakukan perehaban.<br /><br />Kemungkinan kerusakannya muncul akibat tidak ditempati dalam keadaan lama. "Juga karena adanya ulah tangan usil sehingga bertindak macam-macam seperti begini," kata Sutoyo.<br /><br />Ia memperkirakan dalam waktu dekat Pasar Tradisional Parit Baru akan ditempati. Pada hari senin mendatang akan dilihat dahulu situasi dan kondisinya.<br /><br />"Kita akan perbaiki, terutama pengedekan termasuk engsel dan pintunya bakalan diperbaiki," tuturnya.<br /><br />Sutoyo menjelaskan dalam penempatan pedagang akan dilakukan bertahap. Masalahnya, dilihat jumlah PKL yang ada dengan tempat dibangun, masih belum bisa menampung keseluruhan.<br /><br />Tahun depan kemungkinan akan ada anggaran pihak kedua. Dinas Koperasi dan UMKM menawarkan penempatan pedagang berjualan sebanyak 76 PKL.<br /><br />Walaupun belum menyeluruh, pihaknya merencanakana dilakukan dengan sistem pembagian waktu. "Dibagi dua tugas jaga misalnya pagi dan sore untuk waktu berdagang," tuturnya.<br /><br />Selain itu fasilitas pendukung seperti air dan listrik terus diupayakan. "Yang penting kita mulai dahulu, kalau tidak dari sekarang, kapan lagi dilakukan," kata Sutoyo.<br /><br />Sutoyo meminta PKL yang nantinya akan dipindahkan pasca polemik berkepanjangan dari tempat mereka, hendaknya dapat membantu pemerintah melakukan pengawasan di tempat lama.<br /><br />Hal tersebut perlu dilakukan agar bibir jalan dan di atas parit Sungai Raya (Samping Polda Kalbar) tidak diisi lagi dengan pedagang baru.<br /><br />Dikhawatirkan, kalau tidak di awasi, bangunan liar ini tidak akan habis-habisnya. "Kita sama-sama mengawasi agar semua pihak tidak merasa dirugikan, terutama pengguna jalan yang sering mengeluh kemacetan di jam-jam tertentu di sekitar Pasar Parit Baru," kata Sutoyo.<br /><br />Terpisah, perwakilan PKL, Subagio sebelumnya mengatakan lokasi yang disediakan Pemkab Kubu Raya sudah strategis. Tetapi pihaknya tetap berharap agar penempatan jangan sampai tidak menyeluruh.<br /><br />"Misalnya pedagang sayur dan ikan dipindah, tapi pedagang sandal, baju dan lainnya tetap berada ditempat lama. Kalau bisa, kita ini ditampung semua," katanya.<strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan
Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat
Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif
Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu
Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal
Training ESQ Leadership Hari Kedua, Pemkab Barito Utara Perkuat 7 Budi Utama dan Tata Kelola Akuntabel
Api Menjilat Jalan Provinsi, Asap Karhutla Lumpuhkan Arus Nanga Pinoh–Kota Baru
Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Menggelar Perayaan Natal Bersama 

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:23 WIB

Bupati Sintang Terima CSR Rehab Jembatan Sebungkang Dedai Dari Investasi Perkebunan

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:17 WIB

Bupati Bala Ajak Dinkes, RSUD dan Puskesmas Berinovasi dan Berikan Layanan Terbaik Untuk Masyarakat

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:40 WIB

Akselerasi Pelayanan Publik, DKISP Gelar Workshop Pengembangan Dashboard Eksekutif

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:33 WIB

Sekprov Kaltara Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Publik Makin Optimal

Berita Terbaru

Sekadau

Kabag OPS Polres Sekadau Kunker Ke PT. KBP Belitang Hulu

Rabu, 21 Jan 2026 - 17:28 WIB