Bangunan SMKN 1 Batu Buil Terancam Ambruk

oleh

Sudah 5 tahun berlangsung, bangunan yang terdiri dari tiga lokal belajar di sekolah Menengah kejuruan (SMK) Negeri 1 Desa Batu Buil Kecamatan Belimbing terancam ambruk. <p style="text-align: justify;">Sejak dibangun pada 2013 lalu, bangunan itu tak dapat digunakan karena pondasinya turun sehingga membuat bangunan menjadi miring. Pembangunan tersebut diduga dibangun asal-asalan.<br /><br />Wakil Kepala SMK Negeri 1 Belimbing, Jemi Stif ditemui di sekolah tersebut mengungkapkan, para guru setempat sampai saat ini tak berani memanfaatkan lokal bangunan tersebut. <br /><br />“Tak ada yang berani belajar disitu, takutnya nanti tiba-tiba roboh,” katanya ditemui beberapa hari lalu di Sekolahnya.<br /><br />Lokal belajar ini sendiri tak diketahui dianggarkan dari dana apa. Namun menurut Jemi, setahu dirinya dahulu bangunan ini dibantu dari anggaran provinsi Kalbar. Maklum, menurutnya hampir rata-rata proyek yang masuk ke sekolahnya banyak tak diketahui oleh guru setempat. <br /><br />“Tak hanya bangunan ini yang bermasalah, tapi beberapa lokal yang lain juga. Tapi terpaksa kita gunakan karena keterbatasan ruang belajar,” katanya.<br /><br />Jemi sendiri berharap Pemprov Kalbar bisa memperhatikan bangunan SMKN 1 Belimbing. Mengingat saat ini kewenangan SMA dan SMK sudah tak lagi berada di kabupaten. Saat ini, sekolah yang berada tak jauh dari pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) milik PT SDK ini hanya memiliki tujuh lokal belajar saja sehingga memerlukan tambahan lokal baru.<br /><br />“Rata-rata sudah tak layak digunakan karena reot dan hampir roboh. Tiga lokal ini tak bisa dipakai karena sudah miring. Banyak lantai porselen hancur. Meja dan kursi juga banyak rusak. Sekarang terpaksa siswa beda prodi digabung saat belajar. Kalau pas beda mata pelajaran, kadang gunakan lab, atau ruang guru,” katanya.<br /><br />Selain itu, SMK yang memiliki tiga prodi yakni teknik ilmu komputer, teknik sepeda motor dan teknik kendaraan ringan ini juga semakin memprihatinkan dengan permasalahan internal yang dialami pihak sekolah. Lingkungan sekolah kumuh dan dipenuhi semak belukar. Bahkan, halaman depan sekolah dipenuhi rumput. <br /><br />“Kita mau semen lapangan dan bangun fasilitas olahraga tak ada anggaran. Makanya kita berharap nantinya anggota DPRD Melawi bisa menyuarakan hal ini ke provinsi,” ucap Jemi.<br /><br />Ditempat yang sama, Ketua Komite SMKN 1 Belimbing, Simbolon mengakui bahwa banyak orang tua siswa yang khawatir dengan kondisi sekolah tersebut. Apalagi banyak bangunan yang tak lagi memadai untuk digunakan. <br /><br />“Takut juga kita bila nanti ada angin kuat pas anak-anak lagi belajar lalu tiba-tiba roboh,” pungkasnya. (KN)</p>