Banjar Tambah Rumah Tangga Penerima Gas Metan

oleh

Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan siap menambah rumah tangga penerima gas metan gratis yang berasal dari pengolahan sampah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cahaya Kencana. <p>"Rumah tangga penerima gas metan hasil pengolahan TPA akan ditambah dari sebelumnya 50 rumah tangga menjadi 200 rumah tangga," ujar Bupati Banjar, Khairul Saleh di Martapura, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, penambahan rumah tangga penerima gas metan itu direalisasikan pada 2014 menunggu pencairan dana yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.<br /><br />Dijelaskan, penambahan rumah tangga penerima gas metan sebagai bentuk perhatian Pemkab terhadap masyarakat di samping pemanfaatan gas yang dihasilkan dari pengolahan sampah tersebut.<br /><br />"Pemkab berupaya membantu meringankan beban masyarakat sehingga tidak lagi mengeluarkan biaya membeli bahan bakar di samping pemanfaatan gas metan yang semakin banyak produksinya," ungkap dia.<br /><br />Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banjar Boyke Triestiyanto mengatakan, pihaknya masih menunggu pengesahan APBD Perubahan sehingga bisa digunakan menambah rumah tangga penerima.<br /><br />"Dananya sudah dialokasikan dalam APBD Perubahan dan tinggal menunggu pengesahan. Jika sudah, bisa digunakan untuk menambah rumah tangga penerima gas metan gratis," ujarnya.<br /><br />Menurut dia, potensi gas metan hasil pengolahan sampah cukup besar karena selain bisa digunakan menjadi bahan bakar, juga menghasilkan energi listrik mencapai 100 kilo watt per hari dari satu zona.<br /><br />Disebutkan, energi listrik 100 kilo watt yang berasal dari gas metan itu setara 100 ribu watt sehingga jika dimanfaatkan menjadi energi listrik maka bisa melayani 100 buah rumah dengan daya 100 watt per hari.<br /><br />"Ada empat zona timbunan sampah tetapi baru satu zona yang digunakan, tetapi ke depan tiga zona lain akan dimanfaatkan sehingga menghasilkan gas baik untuk bahan bakar maupun listrik," ujarnya.<br /><br />Dikatakan, pihaknya lebih memilih mengutamakan kepentingan warga yang tinggal tak jauh dari lingkungan TPA sehingga gas metan hasil olahan sampah disalurkan menjadi bahan bakar maupun energi listrik.<br /><br />"Selain disalurkan ke rumah warga, sebagian energi listrik sudah dijadikan sumber listrik yang digunakan untuk menerangi lingkungan TPA maupun fasilitas lain yang memerlukan energi listrik," katanya. (das/ant)</p>