Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan siap menjadi tuan rumah wisuda santri tingkat ASEAN 2012 yang dijadwalkan bulan Juli mendatang. <p style="text-align: justify;">"Pemkab Banjar mulai mempersiapkan diri menjadi tuan rumah kegiatan tingkat ASEAN itu," ujar Staf Ahli Bupati Banjar Bidang Ekonomi dan Politik Masruri di Martapura, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, Pemkab Banjar sudah membentuk kepanitiaan kegiatan yang diawali khatamul atau menamatkan Alqur’an yang dilanjutkan wisuda santri tingkat ASEAN yang akan diikuti ribuan santri.<br /><br />"Kepercayaan sebagai tuan rumah merupakan kehormatan yang besar bagi Pemkab maupun masyarakat Kabupaten Banjar sehingga kami berupaya mempersiapkan segala sesuatunya," ungkap dia.<br /><br />Menurut dia, menjadi tuan rumah penyelenggaraan khatamul Qur’an bukan pekerjaan mudah karena banyak yang harus dipersiapkan untuk menyambut tamu yang datang dari berbagai daerah baik lokal maupun nasional.<br /><br />Apalagi, kata dia, santri yang mengikuti wisuda juga berasal dari berbagai negara ASEAN sehingga segala persiapan dilakukan sebaik-baiknya agar bisa mejadi tuan rumah yang baik.<br /><br />"Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga tingkat ASEAN sehingga semuanya harus dipersiapkan agar pelayanan sebagai tuan rumah tidak mengecewakan," ujarnya.<br /><br />Dikatakan, selain persiapan yang dilakukan panitia, pihaknya juga sangat mengharapkan peran serta setiap anggota masyarakat untuk turut mensukseskan event nasional dan regional ASEAN tersebut.<br /><br />Ia mengatakan lebih lanjut, kegiatan bernuasa Islami itu sangat mendukung keberadaan Kota Martapura yang merupakan ibukota Kabupaten Banjar dan dikenal dengan sebutan Kota Serambi Mekkah Provinsi Kalsel.<br /><br />Di sisi lain, kata dia, kegiatan regional ASEAN itu juga sebagai sarana meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan media syiar Islam yang harus terus dipelihara dan dikembangkan.<br /><br />"Kegiatan itu juga akan dijadikan sarana promosi wisata dan budaya daerah terutama budaya Banjar yang kental dengan nuansa religius sehingga lebih dikenal baik tingkat nasional maupun regional," katanya. Martapura, 17/2 (ANTARA) – Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan siap menjadi tuan rumah wisuda santri tingkat ASEAN 2012 yang dijadwalkan bulan Juli mendatang.<br /><br />"Pemkab Banjar mulai mempersiapkan diri menjadi tuan rumah kegiatan tingkat ASEAN itu," ujar Staf Ahli Bupati Banjar Bidang Ekonomi dan Politik Masruri di Martapura, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, Pemkab Banjar sudah membentuk kepanitiaan kegiatan yang diawali khatamul atau menamatkan Alqur’an yang dilanjutkan wisuda santri tingkat ASEAN yang akan diikuti ribuan santri.<br /><br />"Kepercayaan sebagai tuan rumah merupakan kehormatan yang besar bagi Pemkab maupun masyarakat Kabupaten Banjar sehingga kami berupaya mempersiapkan segala sesuatunya," ungkap dia.<br /><br />Menurut dia, menjadi tuan rumah penyelenggaraan khatamul Qur’an bukan pekerjaan mudah karena banyak yang harus dipersiapkan untuk menyambut tamu yang datang dari berbagai daerah baik lokal maupun nasional.<br /><br />Apalagi, kata dia, santri yang mengikuti wisuda juga berasal dari berbagai negara ASEAN sehingga segala persiapan dilakukan sebaik-baiknya agar bisa mejadi tuan rumah yang baik.<br /><br />"Peserta yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga tingkat ASEAN sehingga semuanya harus dipersiapkan agar pelayanan sebagai tuan rumah tidak mengecewakan," ujarnya.<br /><br />Dikatakan, selain persiapan yang dilakukan panitia, pihaknya juga sangat mengharapkan peran serta setiap anggota masyarakat untuk turut mensukseskan event nasional dan regional ASEAN tersebut.<br /><br />Ia mengatakan lebih lanjut, kegiatan bernuasa Islami itu sangat mendukung keberadaan Kota Martapura yang merupakan ibukota Kabupaten Banjar dan dikenal dengan sebutan Kota Serambi Mekkah Provinsi Kalsel.<br /><br />Di sisi lain, kata dia, kegiatan regional ASEAN itu juga sebagai sarana meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan media syiar Islam yang harus terus dipelihara dan dikembangkan.<br /><br />"Kegiatan itu juga akan dijadikan sarana promosi wisata dan budaya daerah terutama budaya Banjar yang kental dengan nuansa religius sehingga lebih dikenal baik tingkat nasional maupun regional," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>















